Tanjab Barat, Zonapos.co.id – Masyarakat Kuala Tungkal, khususnya para orang tua penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), dibuat geram oleh dugaan kelalaian SPPG yang melayani siswa penerima manfaat di sejumlah sekolah di Kota Kuala Tungkal, Rabu (25/2/2026).
Kemarahan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, pada Selasa (24/2/2026), seorang siswa SMA Negeri 1 Kuala Tungkal menemukan telur yang telah dimasak dalam kondisi busuk dan tidak layak konsumsi di dalam paket MBG yang diterimanya.
“Tolong pihak MBG Tanjab Barat, ini telur busuk. Bukan berarti kami orang tua tidak sanggup membelikan telur untuk anak. Kalian ini mau untung besar ya?” tulis seorang warga di salah satu grup media sosial.
Selain itu, di lapangan juga ditemukan roti yang masa kedaluwarsanya sangat mepet, bahkan jatuh tempo pada hari yang sama saat dibagikan kepada siswa SD Negeri 05 Kuala Tungkal. Temuan tersebut memicu reaksi keras dari para wali murid.
“Anak kami ini bukan kelinci percobaan. Jangan seenaknya memberikan makanan yang sudah hampir expired,” ujar seorang wali murid dengan nada geram.
Menindaklanjuti temuan tersebut yang langsung menuai respons negatif dari masyarakat terhadap SPPG Kuala Tungkal, Polres Tanjab Barat segera melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari pihak pengelola SPPG. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya faktor kelalaian dalam proses distribusi MBG.
“Pertama, mereka mengakui adanya kelalaian dalam hal sortasi makanan saat pendistribusian MBG. Kedua, terkait tanggal kedaluwarsa roti, pihak SPPG berdalih telah mengubah tanggal expired dari 27 Februari menjadi 24 Februari agar roti segera dikonsumsi oleh penerima MBG,” jelas Frans, Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat.
Adapun bukti temuan roti yang dibagikan pada 23–25 Februari 2026 untuk jatah tiga hari selama bulan puasa, antara lain:
- Varian Bolu Labu Kuning, tertera tanggal kedaluwarsa 24-02-2026 pada kemasan.
- Varian Kacang Hijau/Merah, ditemukan tanpa label tanggal kedaluwarsa. Lebih parah, tekstur roti sudah mengeras yang mengindikasikan produk tersebut merupakan stok lama.
- Varian Roti Keju, memiliki batas kedaluwarsa 25-02-2026 yang dinilai sangat mepet dan berisiko untuk dikonsumsi anak-anak sekolah.
Masyarakat berharap Badan Gizi Nasional (BGN) turun langsung ke daerah-daerah pelosok yang jauh dari pusat pengawasan. Mereka menilai program ini rawan disalahgunakan oleh pihak tertentu jika tidak diawasi secara ketat.
“Cobalah para petinggi BGN turun ke pelosok dan lihat bagaimana realita program ini. Intinya, program ini perlu pengawasan ketat dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal,” ujar seorang warga kepada media.
Pewarta: Prabowo































