Batursari, Mranggen, Zonapos.co.id – Aktivitas pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, menuai keluhan dari warga. Gundukan tanah bekas galian proyek yang dibiarkan menumpuk di area permukiman dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan langsung jurnalis Zonapos di lokasi, tanah hasil galian proyek tampak dimasukkan ke dalam karung dan diletakkan di sisi jalan. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah material berserakan ke badan jalan dan mengurangi risiko kecelakaan bagi warga yang melintas.
Meski dinilai sebagai langkah sementara, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian masyarakat sekitar. Penempatan tanah galian di karung dianggap belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan, terutama terkait kenyamanan dan keamanan lalu lintas di kawasan permukiman yang padat aktivitas.
Warga berharap pihak pelaksana proyek bersama instansi terkait segera mengambil langkah penanganan lanjutan. Perapian dan pemulihan kembali bekas galian dinilai mendesak agar lingkungan permukiman kembali tertata serta aktivitas masyarakat dapat berjalan normal tanpa kekhawatiran akan risiko keselamatan.
Di sisi lain, proyek jargas merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Program ini ditujukan sebagai alternatif energi rumah tangga yang dinilai lebih aman dan terjangkau dibandingkan penggunaan LPG tabung.

Melalui sistem distribusi gas bumi langsung ke rumah warga, jargas diharapkan mampu menekan pengeluaran bulanan masyarakat karena harga gas bumi relatif lebih stabil. Selain itu, distribusi melalui jaringan pipa dinilai dapat mengurangi potensi risiko kebocoran dan ledakan yang kerap dikaitkan dengan penggunaan tabung gas.
Dari perspektif ketahanan energi nasional, pengembangan jargas mendukung upaya pengurangan ketergantungan pada impor LPG. Pemanfaatan gas bumi domestik diharapkan dapat menekan beban subsidi energi sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.
Kontribusi terhadap lingkungan juga menjadi salah satu keunggulan program ini. Gas bumi menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan LPG maupun bahan bakar minyak, sejalan dengan agenda transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Meski membawa berbagai manfaat, pelaksanaan proyek jargas di lapangan tetap menghadapi sejumlah tantangan. Pembangunan jaringan pipa membutuhkan investasi besar, cakupan layanan yang masih terbatas, serta pengelolaan yang tertib agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Sosialisasi, pengawasan, dan penanganan teknis yang cepat dinilai penting agar manfaat program jargas dapat dirasakan secara optimal tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga.
Reporter: M. Efendi































