Pontianak, zonapos.co.id – Polda Kalimantan Barat mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca dan kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat yang masih perlu diwaspadai, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 18–24 September 2026, sejumlah wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi diguyur hujan. Namun, kondisi kering di beberapa wilayah tetap dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono mengatakan, pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan peran bersama, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan karena sekecil apa pun api dapat berpotensi meluas dalam kondisi yang kering. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas atau menghubungi Call Center Polri 110 agar dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.
Selain mencegah kebakaran, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kualitas udara, khususnya di wilayah yang terdampak asap.
Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap dan partikel udara.
“Masyarakat juga kami minta menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk serta menggunakan masker bila diperlukan,” pungkasnya.
Polda Kalbar bersama jajaran terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap potensi Karhutla di sejumlah wilayah.
Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sejak dini sebelum api meluas.
Sumber: Humas Polda Kalbar
Pewarta: Rinto Andreas































