SITUBONDO, Zonapos.co.id – Tradisi Petik Laut atau yang dikenal sebagai Rokat Tase’k kembali digelar oleh Kelompok Nelayan Pojur di Jalan Glatik, Dusun Petukangan, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (28/4/2026).
Rokat Tase’k merupakan ritual adat turun-temurun masyarakat nelayan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat rezeki serta permohonan keselamatan dalam melaut. Tradisi ini umumnya dilaksanakan oleh masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.
Pada tahun ini, nelayan perahu kecil atau nelayan jaringan di wilayah pesisir timur Besuki (Te’mor Cora) menggelar kegiatan secara mandiri, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang masih bergabung dengan acara petik laut induk di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pesisir.
Tradisi ini diyakini masyarakat setempat mampu membawa keselamatan serta hasil tangkapan ikan yang melimpah.
Anggota Pengurus Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Situbondo, H. Jubri C. Fls., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, nelayan di wilayah pesisir yang biasa disebut Te’mor Cora tahun ini sudah dapat menyelenggarakan Rokat Tase’k secara mandiri. Terima kasih kepada Suwarno selaku Ketua Kelompok Nelayan Pojur dan Cung Gandrung sebagai koordinator kegiatan. Harapannya, tahun depan acara ini bisa lebih meriah serta tetap menjaga persatuan dan silaturahmi,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Rokat Tase’k tidak hanya berlangsung sehari. Selain prosesi larung sesaji ke tengah laut, juga akan digelar pengajian akbar bersama Majelis Dzikir dan Sholawat Al-Syabab pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB di lapangan Pelabuhan Bong, pesisir Besuki.
Pengajian tersebut direncanakan dihadiri sejumlah tokoh agama, di antaranya KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin (Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo), KH. Zaki Abdullah, KH. Ahmad Zain Nawawi, serta para masyayikh Situbondo dan sekitarnya.
Sebelumnya, pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB, masyarakat nelayan melaksanakan prosesi pelarungan sesaji (gitek) ke laut dengan mengarak kepala sapi, kambing, serta berbagai hasil bumi. Prosesi ini diikuti oleh nelayan perahu kecil dan masyarakat setempat sebagai simbol rasa syukur.
Kegiatan Petik Laut tahun ini sepenuhnya bersumber dari swadaya masyarakat, khususnya para pemilik perahu kecil di wilayah pesisir timur (Te’mor Cora).
Melalui kegiatan ini, masyarakat nelayan berharap dapat meningkatkan semangat melaut serta memperoleh hasil tangkapan yang lebih melimpah di tahun 2026.
Pewarta: Armada































