TANGGAMUS, Zonapos.co.id– Di bawah naungan atap Gedung DPRD Kabupaten Tanggamus yang khidmat, sebuah momentum reflektif digelar. Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kabupaten Tanggamus pada Jumat (27/3/2026) bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah pernyataan sikap untuk mengakselerasi pembangunan di “Bumi Begawi Jejama”.
Peringatan tahun ini mengusung tema sentral: “Dengan Semangat Kerja Jalan Lurus Kita Wujudkan Tanggamus yang Maju dan Sejahtera”. Sebuah narasi yang tidak hanya menjadi slogan, tetapi sebuah komitmen etis bagi seluruh jajaran pemerintahan.

Refleksi dan Harapan di Usia Ke-29
Membuka rapat, Wakil Ketua I DPRD Tanggamus, Rangga Putra Hakim, menekankan bahwa perjalanan 29 tahun sejak berdirinya kabupaten ini pada 21 Maret 1997 adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika. Ia mengingatkan bahwa prioritas pembangunan harus tetap berpijak pada kebutuhan dasar rakyat.
”Momentum ini harus kita jadikan titik balik untuk merapatkan barisan. Pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah syarat mutlak bagi Tanggamus untuk menjadi daerah yang maju. Mari kita rawat kebhinekaan dan solidaritas ini sebagai modal sosial kita,” ujar Rangga di hadapan forum yang dihadiri perwakilan Gubernur Lampung, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat.
Capaian Prestasi dan Realitas Data
Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., dalam pidatonya memaparkan rapor capaian daerah dengan nada yang optimis namun tetap mawas diri. Tanggamus mencatatkan sejumlah torehan signifikan sepanjang tahun 2025, di antaranya:
- Pertumbuhan Ekonomi: Meningkat menjadi 4,52% dari sebelumnya 4,01%.
- Pengurangan Kemiskinan: Berhasil ditekan ke angka 10,1%, dengan target ambisius turun di bawah 10% pada akhir 2026.
- Inovasi Daerah: Meraih predikat “Kabupaten Sangat Inovatif” dari Kemendagri serta juara umum MTQ tingkat Provinsi Lampung.

Meski bertabur penghargaan, Bupati Saleh Asnawi menegaskan bahwa prestasi bukanlah tujuan akhir.
“Tujuan utama yang terpenting adalah kesejahteraan yang nyata dirasakan oleh masyarakat, bukan sekadar konsep dan ucapan,” tegasnya.
Memasuki Tahun Akselerasi: Fokus Hilirisasi dan SDM
Memasuki tahun kedua masa jabatannya (2025-2030), Bupati Saleh menganalogikan tahun pertama sebagai masa pembangunan fondasi. Kini, saatnya Tanggamus “berlari lebih cepat”. Ia memberikan instruksi tajam kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk keluar dari rutinitas dan fokus pada solusi konkret.

Dua isu strategis yang menjadi sorotan utama adalah kualitas SDM (stunting dan layanan pendidikan) serta hilirisasi ekonomi. Bupati menekankan bahwa Tanggamus tidak boleh lagi hanya menjual produk mentah hasil pertanian dan perikanan.
”Saya minta strategi hilirisasi yang jelas. Apa komoditas unggulannya? Di mana sentranya? Siapa mitranya? Setiap OPD harus menjawab itu dengan rencana aksi, bukan sekadar program rutin,” tambah Bupati Saleh.
Penegasan Identitas dan Simbol Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh instansi untuk menertibkan penggunaan lambang atau logo daerah sesuai PERDA Nomor 02 Tahun 1997. Langkah ini diambil untuk menjaga keseragaman identitas dan kehormatan daerah. Mengutip pepatah lokal, beliau menyerukan, “Ki mak kham sapa lagi, mak ganta kapan lagi” (Jika bukan kita siapa lagi, jika tidak sekarang kapan lagi).
Acara yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Tanggamus dan Provinsi Lampung yang juga merayakan HUT ke-62. Rapat Paripurna ini menjadi saksi bahwa di usia ke-29, Tanggamus tengah bersiap melakukan lompatan besar melalui integrasi kejujuran dan kerja keras.
































