PESAWARAN, Zonapos.co.id– Gemuruh tepuk tangan membahana di Graha Adora saat prosesi Wisuda Bersama tiga perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Startech Bima Sakti digelar, Rabu (13/5/2026). Di tengah barisan 720 lulusan, sosok Nusirwan tampak menonjol. Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Tanggamus tersebut resmi menanggalkan atribut organisasinya sejenak demi mengenakan toga kelulusan.
Nusirwan merupakan salah satu wisudawan dari gabungan mahasiswa STIT Pringsewu, STEBI Tanggamus, dan Institut Bakti Nusantara (IBN). Kehadirannya memantik perhatian banyak pihak; seorang tokoh organisasi kemasyarakatan yang di tengah kesibukan mengawal kepentingan publik, tetap teguh menyelesaikan kewajiban akademiknya.
Rona syukur terpancar jelas dari wajahnya. Bagi Nusirwan, momen ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan sebuah pernyataan bahwa perjuangan intelektual harus berjalan beriringan dengan aktivitas sosial.
”Alhamdulillah, hari ini adalah pembuktian atas komitmen saya kepada keluarga dan organisasi. Di tengah padatnya jadwal kerja, saya bersyukur masih diberi kekuatan untuk menuntaskan pendidikan,” tutur Nusirwan dengan nada haru usai prosesi wisuda.
Ia berharap gelar S1 yang kini diraihnya menjadi “mata air” yang memberikan kesejukan bagi masyarakat melalui pengabdian yang lebih bijak dan terarah. Ucapan terima kasih pun mengalir tulus untuk keluarga, dosen, dan rekan sejawat di GRIB Jaya yang telah menjadi tiang penyangga selama masa studinya.
”Terima kasih kepada para dosen, rekan organisasi, dan doa tulus keluarga. Tanpa sokongan mereka, mustahil saya berdiri di titik ini. Saya berharap hal ini bisa memicu semangat generasi muda di Tanggamus agar tidak pernah berhenti menuntut ilmu, karena pendidikan tidak mengenal usia maupun jabatan,” tambahnya dengan tegas.
Menyandang gelar sarjana, Nusirwan menitipkan pesan mendalam yang ia tujukan sebagai pemantik semangat bagi generasi muda, khususnya di Bumi Begawi Jejama. Ia ingin pencapaiannya menjadi bukti hidup bahwa ruang kelas terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan.
”Pendidikan itu penting dan tidak mengenal usia maupun jabatan. Saya berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi adik-adik dan generasi muda bahwa siapa pun bisa terus belajar demi masa depan yang lebih baik. Jangan pernah berhenti menuntut ilmu, karena ilmu adalah investasi yang takkan pernah lekang oleh waktu,” tegasnya penuh motivasi.
Prosesi yang mengusung tema “Bersinergi untuk Maju Bersama dalam Membangun Bangsa” ini berakhir manis. Bagi Nusirwan, pendidikan adalah senjata terbaik untuk melakukan perubahan, dan hari ini, ia telah mengasah senjata itu untuk pengabdian yang lebih besar bagi bangsa dan tanah kelahirannya, Tanggamus. (Hanafi)































