Bengkayang, zonapos.co.id – Modus penipuan melalui telepon dan media sosial seperti WhatsApp maupun Facebook semakin marak terjadi. Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati apabila menerima telepon atau pesan dari nomor yang tidak dikenal yang menawarkan barang, jasa, maupun meminta bantuan uang. Jumat (06/03/2026).
Salah satu korban penipuan, Albertus Aji, menceritakan pengalamannya kepada awak media saat ditemui di Bengkayang. Ia mengaku awalnya dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai mantan karyawannya bernama Asang sekitar pukul 08.21 WIB.
“Saya ditelepon oleh mantan karyawan saya, Asang. Dia bilang ada temannya yang ingin bekerja di tempat saya dan meminta bantuan uang untuk ongkos perjalanan,” ungkap Albertus Aji.
Tidak lama setelah percakapan tersebut, Albertus Aji kembali dihubungi oleh nomor baru yang mengaku bernama Iskandar, yang disebut sebagai teman dari Asang dan ingin bekerja di tempatnya.
Menurut Albertus, Iskandar mengaku sedang terlantar di daerah Sanggau Kapuas bersama temannya dan sudah dua hari tidak makan serta tidak memiliki ongkos untuk berangkat ke Bengkayang.
“Dia mengatakan ingin bekerja di tempat saya, tetapi mereka tidak punya ongkos karena sedang terlantar di Sanggau Kapuas dan sudah dua hari tidak makan. Karena saya memang sedang membutuhkan karyawan, akhirnya saya kirimkan uang sebesar Rp300 ribu untuk ongkos mereka,” jelasnya.
Beberapa jam kemudian, komunikasi masih berlangsung lancar. Namun sekitar pukul 13.20 WIB, Iskandar kembali menelepon dan mengaku bahwa ban motor yang mereka gunakan pecah di tengah perjalanan.
“Dia menelepon lagi dan mengatakan ban motor mereka pecah, lalu meminta bantuan lagi untuk mengganti ban sebesar Rp300 ribu. Karena saya ingin mereka cepat sampai dan saya memang butuh karyawan, saya kirimkan lagi uang tersebut,” katanya.
Namun setelah uang kedua dikirim, komunikasi mulai terputus. Saat Albertus mencoba menanyakan keberadaan mereka melalui pesan WhatsApp, nomor tersebut sudah tidak aktif.
Awalnya ia belum merasa curiga dan mengira jaringan komunikasi sedang bermasalah. Namun pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, ia bertemu dengan rekannya, Yohanes, dan mencoba mengecek nomor tersebut.
“Saat dicek oleh teman saya, ternyata nomor itu masih aktif. Di situ saya mulai curiga karena nomor saya kemungkinan sudah diblokir dan saya menyadari bahwa saya telah menjadi korban penipuan,” ujarnya.
Albertus Aji berharap kejadian yang menimpanya dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus penipuan serupa.
Ia juga berharap pihak kepolisian dapat menelusuri keberadaan pelaku agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban.
“Saya berharap masyarakat Kabupaten Bengkayang lebih berhati-hati jika ada orang yang tiba-tiba meminta bantuan uang melalui telepon atau WhatsApp. Semoga pihak kepolisian juga dapat melacak keberadaan orang-orang tersebut,” pungkasnya.
Pewarta : Rinto Andreas































