Bengkayang,zonapos.co.id-Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram kembali dikeluhkan masyarakat di Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang. Kondisi ini disampaikan langsung oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, Aris Susanto, saat ditemui di kediamannya, Jum’at 01/01/2026.
Aris Susanto yang juga menjabat sebagai Kadat Desa Suka Maju mengungkapkan bahwa gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram saat ini semakin sulit diperoleh di pasaran. Selain langka, harga jualnya pun mengalami kenaikan cukup signifikan.
“Untuk harga pangkalan sebelumnya tabung gas elpiji 3 kilo dijual Rp21 ribu. Sekarang harga terbaru di pangkalan naik menjadi Rp22 ribu per tabung,” ungkap Aris.
Tak hanya di tingkat pangkalan, harga di tingkat pengecer dinilai semakin memberatkan masyarakat. Untuk kebutuhan rumah tangga, gas elpiji 3 kilogram dijual dengan harga mencapai Rp35 ribu per tabung.
“Kondisi ini sangat memberatkan masyarakat kecil. Kami berharap pemerintah dan pihak terkait benar-benar mengawasi distribusi gas elpiji agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.
Aris juga menduga adanya indikasi penimbunan serta kepentingan tertentu yang menyebabkan kelangkaan gas elpiji di wilayah Kecamatan Sungai Betung.
“Kami menduga ada penimbunan dan kepentingan tertentu. Kalau memang kenaikan harga ini kebijakan dari pemerintah, tentu masyarakat akan berusaha menerima. Tapi yang paling penting jangan sampai terjadi kelangkaan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan distribusi gas elpiji 3 kilogram berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.
“Harapan kami sederhana, walaupun harga naik, kebutuhan gas elpiji masyarakat harus tetap terpenuhi dan tidak langka,” tutup Aris.
Pewarta : Yohanes Aya
Editor : Rinto Andreas































