TANGGAMUS, Zonapos.co.id— Di bawah langit yang menaungi khidmatnya Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Tanggamus, sebuah babak baru bagi Pekon Sinar Jawa resmi ditambatkan. Pada Jumat (13/02/2026), suasana hening berubah menjadi sakral saat Bupati Moh. Saleh Asnawi melantik lima Kepala Pekon Pergantian Antar Waktu (PAW) dalam sebuah prosesi yang sarat akan makna tanggung jawab.
Di antara barisan pemimpin baru tersebut, berdiri Hadi Harianto, sosok yang kini resmi mengemban amanah sebagai nakhoda bagi masyarakat Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan. Bagi Hadi, pelantikan ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah perpindahan panggung pengabdian—dari jemari yang terbiasa merangkai berita, kini menjadi tangan yang harus merajut kenyataan.
BACA JUGA : Elegi Meja Kayu: Menanti Taring Inspektorat di Tengah Bungkamnya Dinas Pendidikan Tanggamus
Sebagai seorang yang tumbuh dalam dunia jurnalistik, Hadi memandang kepemimpinan melalui lensa yang berbeda. Baginya, Pekon Sinar Jawa adalah sebuah “berita besar” yang sedang ditulis. Ia paham betul bahwa sebuah narasi yang indah hanya bisa tercipta jika setiap narasumber—yakni rakyatnya—didengarkan suaranya dengan jernih. Pengalamannya mengejar fakta kini bertransformasi menjadi semangat mengejar perubahan.
”Jika dulu pena adalah senjata saya untuk menyuarakan kebenaran, kini kebijakan dan kerja nyata adalah tinta saya untuk menulis masa depan Sinar Jawa,” ungkapnya dengan sorot mata penuh ketulusan. Sabtu ((14/02/2026)
Dengan nada bicara yang mantap namun tetap rendah hati, Hadi berikrar untuk mewakafkan segenap tenaga, pikiran, dan waktunya. Ia sadar bahwa sebuah desa tidak bisa dibangun hanya dengan kata-kata indah; ia membutuhkan curahan keringat dan keteguhan hati. Namun, ia pun memahami bahwa nakhoda takkan mampu membawa kapal ke tepian tanpa dayung yang seirama.
“Kemajuan Sinar Jawa adalah detak jantung perjuangan saya. Namun, nakhoda takkan bisa membawa kapal ke tepian tanpa dayung yang seirama,” ungkapnya menyiratkan kerendahan hati.
Hadi menekankan bahwa setiap jengkal perubahan membutuhkan fondasi yang kokoh, yakni dukungan tulus, saran yang membangun, serta kerja sama yang erat dari seluruh lapisan masyarakat. Baginya, sinergi antara pemimpin dan rakyat adalah kunci utama untuk merajut harmoni dan kemakmuran di masa depan.
BACA JUGA : Menu Gizi Bergizi, Lingkungan Mati: Ironi Dapur Mewah Sang Wakil Rakyat
Di hadapan jajaran Forkopimda, para camat, dan tokoh masyarakat, ia menitipkan satu harapan besar: sebuah harmoni dalam bekerja sama. Ia mengibaratkan masyarakat sebagai penyunting terbaik bagi langkah-langkahnya ke depan. Baginya, dukungan tulus dan saran yang membangun dari warga adalah kompas yang akan menjaganya tetap berada di jalur pengabdian yang lurus.
Riuh rendah ucapan selamat menutup prosesi hari itu, menandai berakhirnya masa tunggu dan dimulainya masa bakti yang sesungguhnya. Kini, masyarakat Sinar Jawa menanti sentuhan tangan dingin sang mantan jurnalis ini untuk menyusun bab demi bab kemakmuran dalam sebuah mahakarya pembangunan yang nyata untuk membawa pekon mereka melaju menuju cakrawala yang lebih cerah.
Pewarta : Hanafi































