Tanjab Barat, Zonapos.co.id – Tradisi tahunan berupa arakan sahur yang diselenggarakan oleh Pemkab Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) dan masyarakat diwarnai insiden baku hantam oleh dua kelompok remaja, Minggu (22/2/2026).
Perkelahian tersebut diketahui melibatkan dua kelompok remaja yang menyebut dari kelompok Unja dan kelompok Parit IV.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB saat antusias warga memadati pinggir jalan untuk menyaksikan festival arakan sahur.
Berdasarkan informasi dilapangan bahwa aksi tawuran tersebut memang sudah direncanakan oleh kedua kelompok tersebut.
“Memang sudah merencanakan aksi tawuran sebelum acara dimulai. Saat bertemu di Jalan Siswa mereka sudah saling ejek hingga berujung pada baku hantam dan kejar-kejaran di tengah kerumunan massa,” ujar beberapa warga.

Atas peristiwa tersebut salah satu warga Muhammad Amin yang tidak tahu menahu menjadi korban kebrutalan salah satu pihak yang bertikai.
“Saya tidak tahu bang dan saya bukan bagian dari dua kelompok itu, saya kesini hanya mau melihat arakan sahur tiba-tiba saya diserang dan dipukuli,” jelas Amin.
Atas pengeroyokan tersebut pihak kepolisian berhasil mengamankan delapan pemuda, dan dari delapan orang yang ditangkap, tujuh di antaranya masih di bawah umur (usia 14 hingga 16 tahun). Berikut identitas pelaku yang diamankan, RS (18), MN (15), P (15), MR (16), MR (14), MH (15), RA (14), dan A (14).
“Para pelaku sudah mengakui perbuatannya mengeroyok Muhammad Amin dan saat ini sudah kami amankan di Mapolres Tanjab Barat,” jelas IPDA Peri Sutikno selaku Kanit Pidum.
Meskipun kedua belah kelompok berhasil didamaikan namun masyarakat meminta agar ada sanksi tegas yang diberikan agar para pelaku atau orang lain tidak membuat gaduh dan merugikan di Kuala Tungkal.
Pewarta : Prabowo































