KRUI, Zonapos.co.id – SMP Negeri 17 Krui menggelar kegiatan Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik. Kegiatan ini berlangsung di aula sekolah. Rabu, (29/10/2025)
Kepala sekolah Plt. Endang Purwanti, M.Pd.I. menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menekan berbagai permasalahan yang marak terjadi di dunia pendidikan, seperti perundungan (bullying), penurunan disiplin belajar, serta lemahnya komunikasi antara sekolah dan orang tua.
“Anak-anak harus semangat belajar dan mematuhi aturan sekolah. Banyak program pendidikan yang sedang kami jalankan di SMP Negeri 17 Krui, dan semuanya bertujuan agar sekolah menjadi tempat yang nyaman, aman, serta berkualitas,” ujarnya dalam sambutan.

Endang juga menegaskan komitmennya dalam menjalankan program sekolah secara konsisten. Ia rutin melakukan pengecekan langsung ke setiap kelas untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik.
“Ini tanggung jawab kita bersama, demi menciptakan kenyamanan dan keselamatan anak-anak di sekolah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Endang turut menyampaikan perkembangan program Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar) yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 17 Krui. Program ini memudahkan siswa dalam membuka rekening baru dan mendorong kebiasaan menabung sejak dini.
“Alhamdulillah, program Tabungan SimPel sudah berjalan. Dengan sistem ini, orang tua dan siswa tidak merasa terbebani saat melakukan transaksi atau pencairan dana,” jelasnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Komite Sekolah Samsul Baroya, perwakilan dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA), serta jajaran guru, wali kelas, dan para orang tua siswa.
Perwakilan DPPA dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap program sekolah, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan dan pembinaan karakter anak.
“Kami sangat mendukung gagasan para guru agar anak-anak lebih diperhatikan, disiplin, dan terlindungi. Diperlukan kerja sama antara guru dan orang tua untuk memastikan anak-anak terhindar dari hal-hal negatif di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berkarakter.
Pewarta: Imron































