Singkawang, Kal-Bar, Zonapos.co.id,- Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Singkawang justru melahirkan sorotan tajam. Ketika masyarakat bergerak secara gotong royong menggelar Karnaval HUT RI, keberadaan Pemerintah Kota Singkawang dan anggota DPRD Kota Singkawang. Sabtu, 22/08/2026.
Sejarah terbuka untuk pertama kalinya di Kota Singkawang, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia justru digelar melalui Karnaval Gotong Royong yang digerakkan secara langsung oleh masyarakat.
Di tengah antusiasme warga dan peserta yang memadati kegiatan tersebut, keberadaan Pemerintah Kota Singkawang dan anggota DPRD Kota Singkawang justru menjadi sorotan dan pertanyaan di tengah masyarakat.
Dari hasil pantauan awak media di lapangan, terlihat jelas antusiasme peserta yang ikut memeriahkan Karnaval HUT RI ke-81. Masyarakat juga berbondong-bondong hadir untuk menyaksikan kegiatan yang digelar dengan semangat gotong royong masyarakat Kota Singkawang.
Namun, di tengah semarak merah putih tersebut, muncul pemandangan yang menjadi pertanyaan. Masyarakat bergerak, masyarakat bergotong royong, masyarakat merayakan kemerdekaan, tetapi Pemerintah Kota Singkawang dan anggota DPRD Kota Singkawang justru dipertanyakan kehadirannya.
Lebih menarik lagi, berdasarkan pantauan di lapangan, acara karnaval tersebut dibuka oleh tokoh masyarakat Kota Singkawang, H. Herman atau yang akrab disapa Haji Gogo, bukan oleh Wali Kota Singkawang maupun perwakilan anggota DPRD Kota Singkawang.
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan keras dari masyarakat. Apakah pemerintah dan para wakil rakyat masih memiliki jiwa nasionalisme dan kepedulian terhadap masyarakat yang mereka pimpin dan wakili?
Sebab, HUT Kemerdekaan RI bukan sekadar seremoni tahunan. Ini merupakan momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperlihatkan persatuan antara masyarakat dan pemimpinnya.
Ironisnya, ketika masyarakat mampu menunjukkan semangat nasionalisme melalui kegiatan gotong royong, justru kehadiran pemerintah dan wakil rakyat menjadi tanda tanya.
Jangan sampai masyarakat hanya dicari ketika membutuhkan suara, tetapi ketika masyarakat menggelar kegiatan kebangsaan secara gotong royong, para pemimpin justru tidak terlihat.
Masyarakat Kota Singkawang tentu berhak mempertanyakan hal tersebut. Sebab, menjadi pemimpin dan wakil rakyat bukan hanya soal jabatan, fasilitas maupun kewenangan, tetapi juga tentang kehadiran, kepedulian dan keberpihakan kepada masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat justru menunjukkan semangat nasionalisme yang tinggi. Peserta karnaval dan warga yang hadir membuktikan bahwa semangat kemerdekaan masih hidup dan kuat di tengah masyarakat Kota Singkawang.
Karnaval Gotong Royong HUT RI ke-81 akhirnya menjadi tamparan moral: rakyat mampu menunjukkan semangat kemerdekaan tanpa menunggu pejabat hadir. Kini pertanyaannya, apakah para pejabat dan wakil rakyat mampu menunjukkan semangat yang sama?
Surawan































