Bengkayang,zonapos.co.id,— Proyek peningkatan Jalan Capkala–Aris di Kabupaten Bengkayang kini memasuki fase krusial. Pekerjaan bernilai Rp18,5 miliar yang dikerjakan PT Citra Bangkit Indonesia di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat, PPK 3.4, menuai sorotan tajam publik menyusul waktu pelaksanaan yang kian menipis serta mutu pekerjaan yang dipertanyakan.
Sorotan tersebut menguat setelah investigasi lapangan pada Minggu, 14 Desember 2025, menemukan fakta bahwa proyek lama Capkala–Monterado tahun 2023, yang dikerjakan perusahaan yang sama, kini telah mengalami kerusakan dini, meskipun usia jalan masih tergolong baru.
Sisa Waktu Tinggal 16 Hari, Progres Dinilai Belum Ideal. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan Jalan Capkala–Aris dimulai pada 7 Oktober 2025 dengan masa pelaksanaan 85 hari kalender.
Hingga 14 Desember 2025, perhitungan waktu menunjukkan:
Oktober 2025 (7–31): 25 hari
November 2025: 30 hari
Desember 2025 (1–14): 14 hari
Total waktu berjalan: 69 hari kalender. Sisa waktu pekerjaan: 16 hari kalender. Namun dari pantauan lapangan serta keterangan warga sekitar, progres fisik pekerjaan diduga baru mencapai 62–70 persen.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa percepatan pekerjaan di sisa waktu yang terbatas berpotensi mengorbankan kualitas konstruksi.
“Kalau waktunya sudah mepet dan dipaksakan, biasanya mutu yang jadi korban. Ini yang kami khawatirkan,” ujar seorang warga di sekitar lokasi proyek.
Proyek Lama Capkala–Monterado Sudah Rusak. PT Citra Bangkit Indonesia sebelumnya juga mengerjakan proyek peningkatan ruas Capkala–Monterado sepanjang kurang lebih 18 kilometer pada tahun 2023, dengan nilai anggaran sekitar Rp33,8 miliar, bersumber dari Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022.
Hasil investigasi terbaru menemukan sejumlah kerusakan pada jalan tersebut, di antaranya:
Retak memanjang dan retak rambut
Pengelupasan lapisan aspal
Tambal-sulam di berbagai titik
Lubang di beberapa ruas jalan.
Kerusakan tersebut dinilai tidak wajar mengingat usia jalan yang relatif masih baru, sehingga menimbulkan dugaan bahwa persoalan kualitas bukan kejadian tunggal, melainkan pola berulang.
Indikasi Teknis Mutu Pekerjaan Dipertanyakan. Selain faktor waktu, mutu pekerjaan proyek Capkala–Aris juga menjadi sorotan serius.
Dari hasil pengamatan lapangan, ditemukan sejumlah indikasi teknis, antara lain: Kontur badan jalan curam dan tidak presisi. Bahu jalan tergerus tanpa penguatan agregat memadai.
Aspal tampak kering, kasar, dan tidak matang. Ketebalan aspal tidak merata (bagian tepi lebih tebal, tengah lebih tipis). Retak dini dan pengelupasan di beberapa titik.
“Aspalnya terlihat kasar dan cepat rusak. Kalau kualitasnya seperti ini, wajar masyarakat curiga,” kata warga lainnya.
PPK dan Pengawas Ikut Disorot Publik menilai proyek bernilai puluhan miliar rupiah yang bersumber dari APBN seharusnya diawasi ketat, bukan hanya secara administrasi, tetapi juga kualitas fisik di lapangan.
Sorotan tidak hanya tertuju pada kontraktor pelaksana, tetapi juga kepada: PPK 3.4 BPJN Kalimantan Barat. Konsultan supervisi Sistem pengendalian mutu proyek
“Nilainya besar. Kalau hasilnya bermasalah, jangan hanya kontraktornya yang disalahkan. PPK dan pengawas juga harus bertanggung jawab,” tegas warga.
Desakan Audit Teknis dan Penelusuran Tender. Masyarakat mendesak agar BPJN Kalbar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap progres dan mutu riil pekerjaan di lapangan.
Selain itu, Inspektorat Jenderal serta pengawas internal diminta turun langsung melakukan audit teknis.
Bahkan, Aparat Penegak Hukum (APH) didorong melakukan pendalaman apabila ditemukan indikasi pelanggaran, terlebih dengan adanya rekam jejak proyek sebelumnya yang telah mengalami kerusakan dini.
Dengan fakta bahwa dua proyek bernilai puluhan miliar rupiah dikerjakan oleh perusahaan yang sama dan sama-sama menuai keluhan kualitas, publik juga mendesak agar proses pemenangan tender turut ditelusuri guna memastikan tidak adanya praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Pewarta : Yohanes Aya
Editor : Rinto Andreas































