Semarang, Zonapos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum resmi memulai pekerjaan perbaikan Jalan Gombel Lama di Kota Semarang sejak 20 April 2026. Selama proses konstruksi berlangsung, ruas jalan tersebut ditutup total dan arus lalu lintas dialihkan melalui Jalan Gombel Baru atau Jalan Setiabudi.
Penutupan dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi. Proyek perbaikan ini mencakup penanganan sepanjang 1,27 kilometer dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar tujuh bulan.
Perbaikan dilakukan menyusul penurunan kondisi jalan di sejumlah titik, termasuk kerusakan perkerasan serta lokasi yang berada di kawasan rawan longsor. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan jika tidak segera ditangani.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa infrastruktur jalan yang andal menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Ia menekankan bahwa konektivitas jalan dan jembatan memiliki peran strategis sebagai urat nadi kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menjelaskan bahwa pekerjaan utama meliputi rekonstruksi pada dua titik rawan longsor serta perbaikan struktur jalan secara menyeluruh.
Menurutnya, kondisi geologi kawasan Gombel yang labil dan rawan pergerakan tanah memerlukan penanganan khusus. Pada titik longsoran akan dilakukan pembongkaran hingga struktur dasar, kemudian diperkuat menggunakan bore pile hingga kedalaman 28 meter serta mini pile pada badan jalan.
Selain itu, perbaikan perkerasan jalan dilakukan menggunakan dua lapis aspal, yakni AC-BC setebal 6 sentimeter dan AC-WC setebal 4 sentimeter. Lebar jalan tetap dipertahankan 10,5 meter guna menjaga kapasitas lalu lintas.
Selama masa pekerjaan, penutupan total diberlakukan karena adanya pembongkaran menyeluruh, terutama di area rawan longsor. Kementerian PU telah berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rekayasa lalu lintas.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, rekayasa lalu lintas diterapkan di Jalan Gombel Baru dengan sistem prioritas bagi kendaraan dari arah bawah menuju Semarang atas. Kendaraan berat diimbau menggunakan jalan tol melalui ruas Banyumanik–Jatingaleh.
BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta menyatakan akan mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan agar dapat selesai lebih cepat dari target yang ditetapkan.
Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan nasional, khususnya pada wilayah dengan kondisi geologi menantang seperti kawasan Gombel di Semarang.
Reporter: M. Efendi































