Bengkayang, zonapos.co.id – Panglima Tambak Baya, Marselinus Mian, SE, MM, turut hadir dalam acara pengesahan panitia Deklarasi Terbuka dan Pelantikan Mangkok Merah se-Kalimantan Barat (MMKB) yang digelar di Kabupaten Bengkayang.
Kehadiran Panglima Tambak Baya Marselinus Mian,S.E.,M.M,membawa semangat dan dampak positif bagi keluarga besar organisasi masyarakat (ormas) Dayak Mangkok Merah Kalimantan Barat. Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan makna dan sejarah lahirnya Mangkok Merah yang menjadi simbol sakral dalam adat dan budaya Dayak.
“Di dalam Mangkok Merah terdapat lima macam media atau simbol yang masing-masing memiliki makna mendalam, dan dililit dengan rotan agar mudah untuk pengirimannya,” jelas Marselinus Mian.
Adapun isi dari Mangkok Merah tersebut, lanjutnya, terdiri dari:
1. Getah merah pohon Jeranang atau umbi merah sebagai pengganti darah,
2. Bulu ayam,
3. Daun rumbia atau lontar,
4. Tali simpul dari kulit kayu kampuak, dan
5. Longkot api atau bara api.
Panglima Tambak Baya menegaskan bahwa ormas Mangkok Merah harus menjadi simbol persatuan dan kekompakan. Ia mengibaratkan organisasi ini seperti sapu lidi — satu lidi tidak akan mampu membersihkan sehelai daun, tetapi jika dikumpulkan menjadi satu, mampu membersihkan halaman seluas satu hektar.
“Artinya, ormas Mangkok Merah ini harus bersatu dan kompak. Jika kita bersatu, maka tidak ada yang sulit untuk dicapai,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Mangkok Merah Kalimantan Barat Diseniman Sanggup,SH,. menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan pesan budaya dari Panglima Tambak Baya. Ia menilai hal tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pengurus agar terus menjaga marwah organisasi serta menjunjung tinggi nilai adat Dayak.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Panglima Tambak Baya. Pesan beliau menjadi pedoman bagi kita semua untuk bekerja dengan hati, saling mendukung, dan menjaga kekompakan antar anggota,” ujar Diseniman.
Di akhir sambutannya, Panglima Tambak Baya Marselinus Mian, S.E, M.M berharap seluruh pengurus dan anggota Mangkok Merah di Kalimantan Barat dapat bekerja sesuai dengan bidang masing-masing dan terus menjaga semangat gotong royong serta nilai-nilai luhur budaya Dayak.
Pewarta : Yohanes Aya
Editor : Rinto Andreas































