Bengkayang,zonapos.co.id,— Maraknya aksi panen liar atau pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di areal kebun yang kini dikelola Agrinas Palma Nusantara menuai sorotan. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap para pekerja yang menggantungkan penghasilan dari hasil panen.
Ketua Serikat Buruh Kabupaten Bengkayang dari Konfederasi Barisan Pekerja Nusantara, Adi Krismadi, pada Minggu (19/4/2026), menyampaikan keprihatinannya atas situasi yang terjadi di kebun eks Duta Palma Nusantara yang beroperasi di Kecamatan Seluas, Desa Kalon.
Menurutnya, praktik panen liar yang masih sering terjadi berpotensi memicu ketidakharmonisan hubungan kerja serta konflik sosial di lingkungan perusahaan.
“Ini bukan hanya soal kerugian perusahaan, tetapi juga menyangkut nasib para pekerja yang menggantungkan hidup dari hasil panen. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bisa memicu ketegangan di lapangan,” ujar Adi.
Para pekerja, lanjutnya, terikat pada aturan perusahaan yang mewajibkan pencapaian target atau basis panen untuk memperoleh upah. Namun, kenyataannya, banyak ancak panen yang sudah lebih dulu dipanen oleh oknum tidak bertanggung jawab, bahkan diduga dilakukan pada malam hari.
Seorang pekerja panen yang enggan disebutkan namanya mengaku kesulitan memenuhi target akibat kondisi tersebut.
“Ancak kami sering sudah kosong. Dipanen malam hari oleh ‘ninja sawit’. Untuk capai basis saja susah, apalagi mau kejar premi,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia juga menambahkan, selain maraknya panen liar, ruang kerja pekerja semakin terbatas akibat adanya pembagian areal kepada koperasi masyarakat.
Menanggapi hal itu, Adi Krismadi mengimbau para anggota serikat buruh agar tetap bekerja secara profesional dan mengikuti aturan perusahaan, meskipun dihadapkan pada situasi yang tidak mudah.
“Kita tetap harus konsisten bekerja sesuai aturan dan instruksi pimpinan. Soal penindakan hukum terhadap pelaku pencurian, itu ada tugas dan kewenangan pihak terkait,” tegasnya.
Para pekerja berharap adanya ketegasan dari pihak perusahaan maupun aparat penegak hukum dalam menangani kasus pencurian TBS agar memberikan efek jera.
Mereka menilai, jika persoalan ini terus berlarut-larut, tidak hanya berdampak pada produktivitas perusahaan, tetapi juga dapat menimbulkan keresahan serta mengganggu stabilitas keamanan di lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.
Pewarta : Adi.K





























