Semarang, Zoanapos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Forum Diskusi Pemerhati Konstitusi (Fordis-PK) menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Partisipasi Publik dalam Pengawasan Sosial untuk Indonesia Berintegritas” pada Minggu (7/12/2025). Acara ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi lintas kampus di Kota Semarang Raya, Kabupaten Semarang, hingga Kota Salatiga.
Dalam sambutannya, perwakilan Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Dit Permas) KPK, Johnson, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam gerakan antikorupsi. Ia menyebutkan bahwa kaum milenial dan Gen Z memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan nilai-nilai integritas di berbagai sektor.
“Dukungan kaum milenial dan Gen Z sangat penting dalam mengampanyekan pendidikan antikorupsi ke setiap sektor. Budaya antikorupsi harus ditanamkan di seluruh ruang yang dekat dengan generasi muda,” ujarnya.
Pakar tata negara sekaligus narasumber acara, Dr. Junaidi, juga menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki kapasitas untuk mengawal kebijakan publik secara kritis dan berkelanjutan.

“Mahasiswa sebagai generation of change wajib menjadi garda terdepan memerangi korupsi. Cara intelektual harus dikedepankan, salah satunya melalui kajian hukum yang berkelanjutan agar perda maupun undang-undang dapat terawasi dengan baik,” tuturnya.
Di sisi lain, Direktur Fordis-PK Jawa Tengah, Lawu M. Kusumo, menyampaikan komitmen organisasinya dalam mendorong kegiatan edukatif yang relevan bagi generasi muda. Menurutnya, perkembangan dunia digital harus dimanfaatkan sebagai medium kampanye integritas.
“Saya akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini. Di tengah fenomena digitalisasi, Gen Z harus mampu mengampanyekan antikorupsi melalui teknologi,” ungkapnya.
Kegiatan kolaboratif ini menjadi ruang strategis bagi KPK, akademisi, serta organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan untuk memperkuat pengawasan sosial di tengah masyarakat. Melalui edukasi dan peningkatan kapasitas generasi muda, diharapkan gerakan antikorupsi dapat semakin mengakar dan menciptakan ekosistem sosial yang berintegritas.
Reporter: M. Efendi































