Semarang, Zonapos.co.id – Di tengah derasnya arus modernisasi yang terus mengubah wajah kehidupan masyarakat, upaya pelestarian budaya Jawa masih tetap berlangsung. Peran tokoh-tokoh yang konsisten menjaga warisan leluhur menjadi kunci agar nilai-nilai tradisi tidak hilang ditelan zaman.
Salah satu sosok tersebut adalah Pak Wahyu, sesepuh organisasi kemasyarakatan Bende di Semarang. Pria kelahiran Madiun, 5 Desember 1954 ini dikenal sebagai pemerhati budaya Jawa yang hingga kini aktif merawat sekaligus menyuarakan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam bende.
Saat ditemui jurnalis Zonapos di kediamannya di Jalan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Rabu (25/3/2026), Pak Wahyu menegaskan bahwa bende bukan sekadar instrumen tradisional.
“Dengung bende bukan hanya suara, tetapi juga simbol komando, persatuan, dan kepemimpinan dalam masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan bende memiliki jejak panjang dalam sejarah Jawa. Tradisi tersebut telah dikenal sejak masa Kerajaan Majapahit, kemudian berkembang pada era Kesultanan Demak, hingga menjadi bagian dari budaya di lingkungan Kesultanan Mataram.
Dalam lintasan sejarah tersebut, bende tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai penanda struktur sosial dan kepemimpinan. Bagi masyarakat Jawa, bende kerap dimaknai sebagai representasi garis komando seorang pemimpin yang mengayomi rakyatnya.
“Kesetiaan masyarakat Jawa terhadap nilai kepemimpinan tidak pernah luntur. Dari masa Majapahit hingga Mataram, semangat itu tetap hidup,” kata Pak Wahyu.
Sebagai sesepuh, ia tidak hanya menjaga keberadaan fisik pusaka, tetapi juga berupaya merawat nilai-nilai filosofis yang diwariskan leluhur. Ia menilai pelestarian budaya tidak cukup sebatas menjaga bentuk, melainkan harus disertai pemahaman makna yang terkandung di dalamnya.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, Pak Wahyu berharap generasi muda tetap memiliki kesadaran untuk mengenal dan menjaga warisan budaya. Ia menegaskan bahwa identitas suatu masyarakat tidak dapat dipisahkan dari akar budayanya.
“Bende adalah pengingat bahwa kita punya jati diri, punya nilai, dan punya sejarah yang harus dijaga,” ujarnya.
Hingga kini, organisasi kemasyarakatan Bende tetap dipertahankan sebagai simbol kebanggaan budaya Jawa. Melalui peran tokoh seperti Pak Wahyu, nilai-nilai luhur tersebut terus hidup dan menjadi penyeimbang di tengah perubahan zaman yang kian cepat.
Reporter: M. Efendi































