Bengkayang, zonapos.co.id – Keluarga Bapak Saiful menggelar ritual adat Dayak Benyaduk bertajuk Baliatn sebagai bentuk pemenuhan nazar dan ungkapan syukur kepada Sang Jubata (Tuhan) atas terkabulnya permohonan untuk dikaruniai anak laki-laki.
Kegiatan sakral tersebut dilaksanakan di Bengkayang pada Senin malam (27/04/2026) dan akan berlangsung hingga penutupan pada Selasa pagi.
Acara diawali dengan pembukaan ritual adat suku Dayak yang dikenal dengan sebutan Baliatn, yakni tradisi doa adat yang ditujukan kepada Sang Jubata sebagai bentuk permohonan dan rasa syukur.
Ritual ini merupakan bagian dari warisan budaya leluhur Dayak yang hingga kini masih terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat.
Markus selaku Ketua DPC Bengkayang Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB), yang mewakili keluarga Bapak Saiful, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terkabulnya doa keluarga sehingga ritual adat tersebut dapat dilaksanakan bersama masyarakat dan para tokoh adat.
“Selamat malam dan terima kasih kepada rekan-rekan media yang hadir pada malam ini. Acara ini merupakan doa syukur kepada Tuhan atas anugerah dua orang anak laki-laki yang diberikan kepada keluarga Bapak Saiful.
Kami dari keluarga besar DPC Mangkok Merah Borneo Bersatu Kabupaten Bengkayang merasa bersyukur dapat hadir untuk menyaksikan dan mengikuti prosesi adat ini bersama-sama,” ujarnya.
Markus menjelaskan bahwa ritual Baliatn merupakan bagian dari adat istiadat Dayak yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur dan masih tetap dijalankan hingga saat ini sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi.
“Di dalam adat istiadat Dayak, ritual ini merupakan bagian dari Baliatn, tradisi doa syukur yang diwariskan leluhur kita. Ini adalah bentuk rasa syukur keluarga karena telah dikaruniai dua anak laki-laki. Tradisi ini biasanya dilakukan sekali seumur hidup sebagai ungkapan syukur keluarga,” jelasnya.
Menurut Markus, prosesi adat seperti Baliatn bukan sekadar seremoni, melainkan bagian penting dari identitas budaya Dayak yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh masyarakat Dayak, khususnya di Kabupaten Bengkayang, untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan adat istiadat serta budaya warisan leluhur agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Dayak di Kabupaten Bengkayang, agar bersama-sama menjaga, merawat, dan melestarikan adat serta budaya kita. Jangan sampai warisan leluhur ini punah. Adat dan budaya adalah jati diri kita,” tegasnya.
Sementara itu, Saiful selaku tuan rumah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) menyampaikan bahwa pelaksanaan ritual adat tersebut merupakan bentuk niat, nazar, dan rasa syukur keluarga yang diwujudkan melalui prosesi adat bersama masyarakat.
Ia mengatakan, dalam adat Dayak, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan, gotong royong, serta persatuan antarwarga meski berasal dari sub suku dan bahasa yang berbeda.
“Malam ini kita melaksanakan pembukaan, besok dilanjutkan penutupan. Ini adalah adat kita, budaya kita. Walaupun kita berbeda sub suku dan bahasa, kita tetap satu dalam adat dan kebersamaan. Karena itu kami mengundang semua masyarakat untuk hadir bersama-sama,” ungkapnya.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat, sakral, dan penuh kekeluargaan. Warga yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya prosesi adat sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya leluhur yang masih hidup dan terus dijaga di tengah masyarakat Dayak Bengkayang.
Melalui kegiatan doa syukur adat ini, masyarakat berharap nilai-nilai budaya, persatuan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Sang Jubata tetap terpelihara serta dapat diwariskan kepada generasi penerus.
Pewarta : Yohanes Aya































