TANGGAMUS, Zonapos.co.id– Di tengah kedamaian pagi yang menyelimuti Pekon Sinar Jawa, tepatnya di Masjid Baitul Muttaqin Baru Saheng, berdiri megah sebagai saksi bisu dari komitmen baru yang akan mengubah wajah kehidupan keagamaan di Pekon Sinarjawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus. Pada hari Senin, 19 Januari 2026 – tepat pada saat umat Islam merenungi perjalanan mulia Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW – suara tegas Kepala Pekon Hadi Hariyanto bergema di antara ratusan jamaah yang berkumpul dengan khidmat.
APA yang menjadi janji utama? Hidupkan kembali Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang selama dua tahun terakhir terpaksa vakum, sekaligus menguatkan setiap serat program keagamaan yang menjadi tulang punggung kehidupan bermasyarakat di tingkat pekon.
MENGAPA langkah ini diambil?
Menurut Hadi Hariyanto, esensi dari sila pertama Pancasila – Ketuhanan Yang Maha Esa – tidak bisa hanya tinggal pada kata-kata belaka. “Kegiatan PHBI bukan sekadar acara tahunan, melainkan jiwa yang menghidupkan rasa kebersamaan dan kedekatan kita dengan Tuhan serta sesama,” ujarnya dengan mata yang penuh keyakinan.
“Selama dua tahun kita merasakan kekosongan yang nyata, dan tahun ini, kita akan membangunkannya kembali – bukan hanya sebagai bentuk peringatan, melainkan sebagai wadah untuk menyemai nilai-nilai luhur yang mengikat kita semua.”
Di tengah khazanah keagamaan yang terpancar dari setiap sudut masjid, ia juga menggarisbawahi pentingnya memberikan apresiasi yang layak bagi para guru ngaji yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan akhlak generasi muda.
“Mereka adalah pelita yang menerangi jalan anak-anak kita menuju cahaya keimanan. Insentif bagi guru ngaji harus menjadi perhatian bersama – sebuah bentuk penghormatan atas dedikasi mereka yang tak pernah mengenal lelah,” tambahnya, sambil melihat ke arah barisan guru ngaji yang hadir dengan wajah penuh haru.
DIMANA perjalanan perubahan ini akan berlangsung?
Seluruh wilayah Pekon Sinarjawa akan menjadi panggung bagi berbagai kegiatan keagamaan yang dirancang dengan cermat, mulai dari peringatan hari besar Islam hingga program pembinaan rohani yang akan menjangkau setiap pelosok desa. Masjid Baitul Muttaqin sendiri akan berperan sebagai pusat kegiatan, namun tidak menutup kemungkinan untuk menjangkau masjid-masjid kecil dan tempat ibadah lainnya di setiap dusun.
SIAPA saja yang terlibat dalam gerakan ini?
Pemerintah pekon berkomitmen untuk menjadi motor penggerak, namun sinergi yang kuat dengan masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat dianggap sebagai kunci keberhasilan. Pada acara Isra Mikraj kali ini, kehadiran Ustadz Nasuha dari Sinar Sekampung menjadi bukti nyata bahwa dukungan lintas wilayah dan tokoh agama siap menyambut langkah ini.
Dalam tausiahnya yang penuh makna, Ustadz Nasuha mengajak jamaah untuk menjadikan nilai-nilai shalat sebagai landasan dalam setiap langkah kehidupan.
“Isra Mikraj mengajarkan kita bahwa perjalanan menuju kebaikan tidak mengenal batas. Begitu pula dengan membangun kehidupan keagamaan – kita harus berjalan dengan penuh kesadaran, hati yang tulus, dan tangan terbuka untuk saling membantu,” ujarnya dengan gaya penyampaian yang mengalir seperti aliran sungai yang menghidupi tanah subur.
BAGAIMANA langkah konkret yang akan diambil?
Rencana kerja telah mulai disusun secara detail, termasuk penetapan jadwal kegiatan PHBI tahun 2026, pembentukan tim pelaksana yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, serta penyusunan mekanisme pendanaan yang transparan dan akuntabel. Pemerintah pekon juga akan melakukan musyawarah bersama tokoh agama dan masyarakat untuk memastikan setiap program yang diluncurkan sesuai dengan kebutuhan dan harapan seluruh lapisan masyarakat.
Di akhir acara, suasana penuh kehangatan menyelimuti setiap hati yang hadir. Bukan hanya sekadar seremonial peringatan, namun momen itu menjadi titik awal perjalanan baru – sebuah janji untuk menghidupkan kembali nyala keimanan yang pernah padam, dan membangun fondasi keagamaan yang tidak hanya kokoh, namun juga penuh keindahan dan kehangatan bagi seluruh generasi di Pekon Sinarjawa.
Pewarta : Hanafi































