BONDOWOSO, Zonapos.co.id – Kekompakan, saling mendukung, dan semangat gotong royong menjadi kunci sukses penerapan Dapur Sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RA Manbaul Ulum, Kabupaten Bondowoso. Senin, (26/1/2026)
Keterlibatan semua unsur, mulai dari orang tua siswa, komite sekolah, guru, karyawan, hingga pengelola kantin, dinilai sangat menentukan keberhasilan program tersebut.
Sejak tahap penyiapan bahan hingga penyajian makanan, seluruh pihak terlibat aktif. Para orang tua siswa mengambil peran dalam menyiapkan bahan makanan, membantu proses memasak, hingga mendistribusikan makanan ke meja prasmanan yang telah disediakan.

Salah satu orang tua siswa, Ibu Malik, mengaku mulai bertugas sejak dini hari demi memastikan kesiapan makanan untuk para siswa.
“Saya tadi sampai di sekolah jam 00.00 WIB, langsung bantu membersihkan dan memotong sayuran serta pekerjaan lainnya. Dengan keterlibatan orang tua dan komite sekolah seperti ini, kami juga ikut mengawasi kondisi dan kualitas makanan untuk anak-anak. Tidak mungkin kami menyiapkan makanan yang asal-asalan, karena ini untuk anak kami sendiri,” ungkap Ibu Malik.
Ia menambahkan, keterlibatan langsung orang tua menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga mutu dan keamanan makanan yang dikonsumsi para siswa.
Senada dengan itu, Ibu Maryam, salah satu guru RA Manbaul Ulum, menyampaikan bahwa para pendidik turut dilibatkan sebagai panitia pelaksana MBG di sekolah.
“Kami para guru mendampingi siswa saat antre mengambil makanan di meja prasmanan. Alhamdulillah, anak-anak terlihat sangat antusias. Untuk proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa, tidak ada kendala,” ujar Maryam.

Program MBG sendiri belakangan menjadi sorotan publik menyusul terjadinya sejumlah kasus keracunan massal di berbagai daerah, mulai dari Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Bengkulu. Ratusan siswa dilaporkan menjadi korban, sehingga program ini dinilai masih menghadapi tantangan serius dari sisi sistem dan pengawasan.
Sebagai upaya meminimalisir risiko tersebut, pada 18 Desember 2025, dapur MBG Manbaul Ulum menerapkan konsep Dapur Pondok sebagai alternatif pengolahan makanan. Sistem ini memanfaatkan dapur pesantren dengan pengawasan bersama antara pengelola, guru, dan orang tua siswa.
Melalui pola gotong royong dan keterlibatan langsung seluruh unsur sekolah, pihak RA Manbaul Ulum berharap pelaksanaan MBG dapat berjalan aman, higienis, dan tepat sasaran, sekaligus menjadi model pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang berorientasi pada kualitas serta keselamatan anak didik.
Pewarta: Holil











