Bengkayang,zonapos.co.id,– Minimnya akses pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster bagi petani jagung dan kelapa sawit di Kabupaten Bengkayang menuai sorotan. Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Bengkayang disebut belum memiliki program KUR Klaster yang secara khusus menyasar komoditas pertanian unggulan daerah.
Salah seorang petani sawit Bengkayang, Markus, menilai kondisi tersebut sangat disayangkan. Menurutnya, sektor kelapa sawit di Bengkayang memiliki potensi besar, namun masih belum didukung pembiayaan perbankan yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Petani sawit di Bengkayang ini banyak, lahannya luas, tapi akses KUR klaster hampir tidak ada. Padahal kalau ada kemitraan dengan bank, kami bisa lebih tertib, produktif, dan punya kepastian usaha,” ujar Markus, Kamis (11/2/2026).
Ia menambahkan, pembiayaan yang dibutuhkan petani sawit tidak hanya untuk peremajaan (replanting), tetapi juga untuk perawatan kebun, pupuk, hingga peningkatan kualitas produksi.
Hal senada disampaikan Yanto, petani jagung di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Ia menyebut ketiadaan KUR Klaster membuat petani masih bergantung pada modal pribadi atau pinjaman non formal dengan bunga tinggi.
“Jagung ini sebenarnya cepat panen dan pasarnya jelas. Tapi kami kesulitan modal untuk benih, pupuk, dan alat. Kalau ada KUR klaster, produksi pasti bisa naik,” katanya.
Menurut Yanto, program KUR Klaster akan sangat membantu petani karena pendampingan usaha biasanya dilakukan secara berkelompok, sehingga risiko kredit macet dapat ditekan.
Selain dari petani, sorotan juga datang dari tokoh masyarakat Bengkayang, Hermanus, yang menilai perbankan seharusnya lebih responsif terhadap potensi ekonomi lokal.
“BNI seharusnya melihat Bengkayang sebagai peluang, bukan risiko. Jagung dan sawit ini sektor nyata yang hidup di masyarakat. Kalau dikelola dengan pendekatan klaster, ini win-win solution bagi bank dan petani,” tegas Hermanus.
Ia berharap BNI Bengkayang dapat segera menyusun peta pembiayaan klaster berbasis komoditas unggulan daerah, sejalan dengan program pemerintah dalam penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Meski demikian, program KUR tetap memiliki persyaratan tertentu, seperti kelayakan usaha dan kemampuan membayar cicilan. Namun para petani berharap persyaratan tersebut dapat disertai pendampingan dan skema yang lebih adaptif terhadap kondisi lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BNI Cabang Bengkayang belum memberikan keterangan resmi terkait rencana pengembangan KUR Klaster untuk sektor jagung dan kelapa sawit di wilayah tersebut.
Pewarta : Tim zonapos.co.id Bengkayang
Editor : RA











