Mranggen, Zonapos.co.id – Proyek pembangunan jaringan gas (jargas) di wilayah Kecamatan Mranggen terus berlanjut dan merambah di kawasan Jalan Kangkung hingga Prigi. Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi, khususnya bagi rumah tangga serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemasangan pipa jargas diharapkan dapat menghadirkan akses energi yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan bagi masyarakat. Namun, aktivitas galian tanah yang menyertai proses pembangunan memunculkan beragam respons dari warga sekitar. Sebagian masyarakat menilai proyek tersebut membawa manfaat jangka panjang, sementara lainnya mengeluhkan terganggunya kenyamanan serta potensi risiko keselamatan bagi pengguna jalan.
Pantauan jurnalis Zonapos di lokasi menunjukkan adanya plang pemberitahuan proyek yang menyebutkan bahwa pembangunan jargas merupakan Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020, di bawah kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Dalam plang tersebut juga disampaikan permohonan maaf atas terganggunya akses jalan akibat pemasangan pipa gas bumi.
Sejumlah warga berharap pihak pelaksana dan instansi terkait dapat lebih memperhatikan aspek keselamatan lalu lintas selama proyek berlangsung. Penataan area galian, pemasangan rambu peringatan, serta pengaturan arus kendaraan dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun kemacetan di titik-titik pekerjaan.

Selain itu, sebagian masyarakat menilai perlunya sosialisasi dan konsultasi yang memadai sebelum proyek dilaksanakan. Minimnya informasi kerap memicu keluhan warga, terutama ketika aktivitas penggalian dilakukan secara tiba-tiba dan berpotensi merusak fasilitas umum.
Dari sisi regulasi, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, termasuk Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2019 serta aturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), menjadi dasar hukum agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan. Pengendalian dampak lingkungan juga dipandang penting agar pembangunan jargas tidak meninggalkan persoalan fisik di kawasan permukiman.
Ke depan, masyarakat berharap proyek jargas dapat berjalan seimbang antara tujuan menghadirkan efisiensi energi dan kewajiban menjaga keselamatan publik serta kelancaran aktivitas warga sehari-hari.
Reporter: M. Efendi































