BONDOWOSO, Zonapos.co.id – Ikatan Keluarga Alumni Madrasah Aliyah Negeri (IKRAMAN) Bondowoso mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera menambah penerangan jalan umum (PJU) di Jembatan Tangsil, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso.
Desakan tersebut disampaikan setelah kecelakaan yang menewaskan seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso berinisial MA pada Minggu (20/9/2026). Minimnya penerangan serta kondisi pembatas di bagian tengah jembatan menjadi perhatian karena dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.

Ketua IKRAMAN Bondowoso, Azka Fauzan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono, untuk menindaklanjuti persoalan penerangan di kawasan tersebut.
Menurut Azka, koordinasi tersebut mendapat respons positif. Komisi D DPRD Jawa Timur disebut telah memberikan akses kepada IKRAMAN untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur.
“Koordinasi terus saya perkuat dengan DPRD Jatim dan Dishub Jatim. Kami mendorong adanya penambahan lampu penerangan, terutama di bagian tengah jembatan dan sisi selatan,” kata Azka. (23/9/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, korban saat itu melaju dari arah timur dan hendak mendahului sebuah truk. Kendaraan korban kemudian diduga mengenai pembatas yang berada di bagian tengah jembatan.
“Korban ini dari arah timur mau menyalip truk dan kena pembatas di tengah. Mungkin karena tidak kelihatan dengan pembatasnya, ditambah faktor minimnya penerangan di sekitar lokasi,” ujarnya.
Azka menyebut beberapa titik lampu penerangan di sekitar jembatan telah diperbaiki. Namun, menurut dia, penambahan tersebut belum cukup efektif karena jumlah titik penerangan masih terbatas.
“Beberapa titik lampu penerang sudah diperbaiki, tetapi belum terlalu efektif karena hanya sedikit. Persoalannya juga karena ini merupakan kewenangan provinsi, bukan kabupaten,” katanya.
Karena itu, IKRAMAN meminta Pemprov Jatim melalui Dishub Jatim segera turun langsung meninjau kondisi Jembatan Tangsil. Penambahan PJU dinilai perlu dilakukan dari arah timur maupun barat, terutama pada sisi timur yang disebut masih minim penerangan.
“Kalau perlu, penerangan ditambah di bagian tengah jembatan. Sebab, banyak kecelakaan lalu lintas terjadi di sana, terutama pada malam hari, yang salah satu faktornya adalah minimnya penerangan,” ujar Azka.
Azka juga mengapresiasi langkah Dishub Kabupaten Bondowoso yang telah memperbaiki sejumlah titik penerangan meski kewenangan atas ruas tersebut berada di tingkat provinsi.
“Saya mengapresiasi Dishub Bondowoso yang berempati memperbaiki beberapa titik penerangan meskipun itu bukan kewenangannya,” katanya.
Untuk tindak lanjut, pertemuan antara Komisi D DPRD Jawa Timur dan Kepala Dishub Jawa Timur diagendakan berlangsung pada awal Oktober mendatang. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membahas secara khusus aspirasi terkait penerangan dan kondisi Jembatan Tangsil.
Azka menegaskan, koordinasi dengan DPRD Jawa Timur dan Dishub Jatim akan terus dilakukan agar persoalan penerangan di lokasi tersebut mendapat penanganan.
“Yang pertama tentu kami mendorong agar lokasi ini segera ditinjau. Harapannya, penerangan jalan dapat ditambah sehingga pengguna jalan, khususnya pada malam hari, bisa lebih aman,” tuturnya.
Pewarta : Ony






























