Bengkayang, zonapos.co.id – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di tengah masyarakat Kabupaten Bengkayang memicu kepanikan massal dan berdampak langsung pada membludaknya antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).Minggu 22/03/2026.
Dalam beberapa hari terakhir, kondisi tersebut bahkan menyebabkan kemacetan panjang di sejumlah titik dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Situasi paling terasa terjadi di SPBU 64.797.21 Dungkan. Lonjakan kendaraan roda dua maupun roda empat yang datang secara bersamaan membuat antrean mengular dan arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat. Kondisi ini disebut-sebut sebagai salah satu antrean terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Pengawas SPBU 64.797.21 Dungkan, Hendra, membenarkan bahwa kepadatan kendaraan yang terjadi kali ini tergolong sangat parah. Menurutnya, pihak SPBU terpaksa berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk membantu mengatur antrean dan menertibkan lalu lintas di sekitar area pengisian.
“Memang benar kemacetan yang terjadi menurut saya sangat parah dalam beberapa tahun ini, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Namun dalam situasi seperti ini, kami dari pihak SPBU melakukan koordinasi dengan pihak keamanan agar bisa menertibkan arus lalu lintas serta para pengantri agar tetap membudayakan antre dengan tertib,” ujar Hendra saat diwawancarai awak media.
Meski situasi di lapangan sempat memanas akibat membeludaknya antrean, pihak SPBU menegaskan bahwa pasokan BBM masih tersedia dan distribusi tetap berjalan. Masyarakat diminta tidak terpancing isu yang justru memperburuk keadaan di lapangan.
“Dalam melayani masyarakat saat pengisian, kami meminta agar tetap tenang, karena stok bahan bakar minyak lancar,” tegas Hendra.
Ia juga mengakui bahwa tidak semua pengantri dapat langsung terlayani pada hari yang sama.
Namun, hal itu disebut bukan karena stok kosong, melainkan tingginya lonjakan permintaan akibat kepanikan warga yang datang berbondong-bondong ke SPBU.
“Kami juga memberi pemahaman kepada para pengantri yang belum dapat kebagian pengisian agar tetap sabar dan tenang. Mungkin hari ini tidak dapat, besok pasti dapat, sebab stok setiap hari pasti ada,” tambahnya.
Fenomena ini menjadi peringatan bahwa isu yang tidak disikapi dengan tenang dapat memicu efek domino di tengah masyarakat. Antrean panjang, kemacetan, dan kepanikan massal justru memperkeruh situasi, meski pihak SPBU memastikan stok BBM harian tetap tersedia.
Pihak SPBU pun mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Bengkayang agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap menjaga ketertiban saat mengantre.
Sebab, kepanikan yang terus dibiarkan hanya akan menambah beban di lapangan dan berpotensi menimbulkan gangguan yang lebih luas.
Pewarta : Yohanes Aya































