Bengkayang,zonapos.co.id,– Memasuki Lebaran hari kedua, persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bengkayang belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda. Antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih terjadi, sementara di sisi lain muncul fenomena kios-kios dadakan yang menjual BBM eceran dengan harga tinggi.
“Memasuki Lebaran hari kedua, persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bengkayang belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda,” ungkap Hendra kepada awak media ini, Senin (23/03/2026).
Ironisnya, di tengah suasana Hari Raya yang seharusnya identik dengan kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat, justru bermunculan penjual BBM dadakan di sejumlah titik. Bahkan, ada yang berjualan secara sederhana hanya dengan menggunakan meja dan kursi di pinggir jalan, lalu menawarkan BBM kepada warga dan pengguna jalan yang kesulitan mendapatkan bahan bakar di SPBU.
Di Bengkayang kota, harga BBM eceran dilaporkan berada di kisaran Rp20 ribu per liter. Sementara di Kecamatan Samalantan, harga Pertalite disebut mencapai Rp25 ribu per liter. Untuk jalur Kecamatan Lumar hingga menuju Kecamatan Sanggau Ledo, harga BBM eceran berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter, bahkan di beberapa titik disebut sempat menembus Rp35 ribu per liter.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kelangkaan BBM yang terjadi tidak hanya berdampak pada panjangnya antrean di SPBU, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya praktik penjualan eceran yang memanfaatkan situasi. BBM yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat di masa libur Lebaran, justru berubah menjadi komoditas mahal di tangan pengecer dadakan.
Informasi mengenai titik-titik penjualan BBM eceran pun terus beredar di tengah masyarakat. Salah satunya menyebutkan bahwa bagi warga yang membutuhkan Pertalite, dapat datang ke wilayah Sentagi, karena di lokasi tersebut ada pengecer yang menjual BBM.
Salah seorang warga, Lukman, mengaku kecewa dengan kondisi yang ia temui saat melakukan perjalanan untuk keperluan Lebaran.
“Saya mau Lebaran ke Sanggau Ledo, kebetulan saya dari Singkawang. Mulai dari Samalantan saya dapat harga minyak Rp25 ribu per liternya,” ungkap Lukman.
Menurutnya, kondisi ini sangat memberatkan masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak memiliki pilihan selain membeli BBM eceran dengan harga tinggi. Di saat warga berharap distribusi BBM berjalan normal selama masa Lebaran, kenyataannya justru banyak yang harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan bahan bakar.
Ironisnya lagi, di Kecamatan Seluas, harga BBM eceran disebut masih berada di kisaran Rp13 ribu per liter. Perbedaan harga yang cukup jauh antarwilayah ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pengawasan distribusi serta penanganan kelangkaan BBM di Bengkayang.
Warga berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pihak terkait segera turun tangan. Penanganan yang cepat dinilai penting agar antrean panjang di SPBU tidak terus berlanjut dan praktik penjualan BBM dengan harga tinggi oleh kios-kios dadakan tidak semakin menjamur di tengah kesulitan masyarakat.
Pewarta : Tim zonapos.co.id Kalbar































