Bengkayang, zonapos.co.id – Kondisi instalasi listrik di sejumlah titik di Kabupaten Bengkayang menuai sorotan masyarakat. Sambungan kabel listrik yang terlihat terbuka dan hanya dibungkus isolasi dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Dunggut (50) warga Dusun Jungkung, Desa Sumber Karya, Kecamatan Teriak, mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap penyambungan kabel hitam yang berada di ruang terbuka tanpa pelindung memadai.
Lanjut Dunggut kepada awak media ini mengatakan bahwa sambungan kabel tersebut hanya dibalut menggunakan isolasi tidak sesuai standar.
“Sambungan kabel hitam listrik itu hanya dibalut menggunakan isolasi. Setahu kami, itu tidak sesuai dengan standar keamanan instalasi listrik, apalagi berada di tempat terbuka,” ujarnya kepada awak media.
Keluhan serupa disampaikan warga Selense, Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang.Kabupaten Bengkayang Pak Ambek (57) mengaku cemas karena kabel yang disambung dengan isolasi tersebut menempel di atap seng rumahnya.
“Saya sangat khawatir. Kalau isolasinya rusak atau bocor, bisa berbahaya. Kabel itu menempel di atap seng rumah saya. Kami takut terjadi korsleting atau setrum listrik,” ungkapnya.
Warga menduga adanya kelalaian dalam proses pengerjaan di lapangan. Bahkan muncul dugaan pekerjaan tersebut dilakukan oleh vendor atau pihak ketiga yang kurang memperhatikan standar keselamatan instalasi listrik.
Menurut warga, jika memang pekerjaan dilaksanakan oleh vendor, seharusnya ada pengawasan ketat dari pihak pemberi kerja agar seluruh pemasangan sesuai dengan standar operasional dan ketentuan keselamatan yang berlaku.
Sebelumnya, pihak media telah melaporkan persoalan ini kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bengkayang sekitar dua minggu lalu. Saat itu, pihak terkait menyatakan akan melakukan pengecekan di lapangan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, warga menyebut belum ada perbaikan terhadap sambungan kabel yang dipersoalkan tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai sistem pengawasan dan kontrol kualitas pekerjaan instalasi listrik di daerah tersebut. Warga berharap PLN Bengkayang segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk jika diperlukan menindak tegas vendor atau pihak ketiga yang terbukti tidak bekerja sesuai standar.
“Kami hanya ingin keselamatan kami diperhatikan. Jangan sampai ada korban dulu baru ada tindakan,” tegas salah satu warga.
Masyarakat berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti secara serius agar pelayanan listrik negara benar-benar memberikan manfaat tanpa mengorbankan aspek keselamatan warga.
Pewarta : Yohanes Aya































