Bengkayang, zonapos.co.id – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram kembali terjadi di Kabupaten Bengkayang. Kondisi ini diduga tidak lepas dari praktik bisnis oknum agen gas elpiji di sekitar kawasan Pasar Bengkayang. Minggu, (11/1/2026).
Berdasarkan pantauan langsung awak media, saat hendak menukar tabung gas elpiji 3 kg, sejumlah penampung yang beralamat di Jalan Skip Lama dan Simpang Tiga Desa Miris menyatakan bahwa stok gas telah habis.
Namun, informasi di lapangan menunjukkan gas elpiji tersebut diduga telah dipesan sebelumnya oleh pihak tertentu.
Terpisah, salah satu warga Bengkayang, Rusdi, mengatakan bahwa gas elpiji 3 kg yang beredar seolah telah menjadi barang pesanan.
“Gas itu sudah jadi pesanan orang. Kalau tidak punya uang atau akses, sulit mendapatkannya. Seolah gas elpiji ini jadi ajang bisnis bagi orang-orang yang punya modal,” ungkapnya.
Ironisnya, saat awak media mencoba meminta keterangan dari sejumlah agen gas elpiji, para agen memilih tidak memberikan tanggapan dan justru masuk ke dalam rumah masing-masing tanpa memberikan penjelasan.
Warga menduga, selama ini gas elpiji 3 kg yang berada di tingkat agen tidak sepenuhnya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bengkayang. Gas bersubsidi tersebut diduga turut disalurkan ke kabupaten tetangga demi meraih keuntungan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah Kabupaten Bengkayang serta instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan dan penertiban terhadap agen dan penyalur gas elpiji 3 kg agar pendistribusiannya tepat sasaran sesuai aturan yang berlaku.
Warga juga meminta agar pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi ini, mengingat gas elpiji 3 kg merupakan kebutuhan pokok masyarakat kecil yang mendapatkan subsidi dari negara.
Pewarta : Yohanes Aya
Editor : Rinto Andreas































