TANGGAMUS, Zonapos.co.id – Menjadi penanda usainya babak pendaftaran Pemilihan Kepala Pekon Pergantian Antar Waktu (Pilkakon PAW) Pekon Sinar Jawa. Tirai pendaftaran telah disudahi, menyisakan dua figur yang siap diadu: Sabar (45), seorang birokrat dengan jam terbang tinggi di tataran dusun, berhadapan dengan Hadi Harianto (40), sosok yang datang dari ladang pengabdian jurnalisme. Kontras dua kutub pengalaman inilah yang menjadi bumbu utama perebutan kepemimpinan di Pekon Sinar Jawa. Kamis, 11 Desember 2025,
Teguh Santoso, Ketua Panitia Pilkakon PAW, membenarkan fakta yang tersaji di meja panitia.
“Sejak dimulainya tahapan pendaftaran hingga penutupan hari ini, hanya dua orang yang mendaftar dan menyerahkan berkas persyaratan. Keduanya berasal dari Pekon Sinar Jawa,” jelas Teguh.
Kedua nama ini datang dengan membawa narasi pengabdian yang berbeda, namun sama-sama kokoh di gelanggang pengalaman. Sabar (45) hadir dengan jejak langkah yang mapan di medan birokrasi internal; pengalamannya sebagai kepala dusun menjadikannya akrab dengan ritme mesin pemerintahan yang terukur.
Sementara itu, Hadi Harianto (40), sang jurnalis, membawa bekal jendela dunia yang lebih luas. Pengalaman di balik mata pena memberinya ketajaman analisis dan kepekaan sosial yang mendalam.
Keluwesan Jaringan dan Sosok Jembatan
Keunggulan Hadi tidak hanya terletak pada kepekaan yang dilatih oleh rutinitas meliput, tetapi yang paling menonjol adalah keluwesan hubungan dan jaringan yang ia rajut dari profesinya. Sebagai seorang jurnalis, ia telah teruji mampu menjadi jembatan komunikasi vital antara kepentingan publik dan berbagai pihak di luar Pekon.
Jejak rekamnya telah membangun jaringan yang solid dengan para birokrat di berbagai tingkatan pemerintahan—memastikan ia mengerti cara kerja sistem dan alur pembangunan di luar lingkup Pekon. Pada saat yang sama, ia memiliki kepercayaan yang kuat di kalangan sesama insan pers, sebuah modal langka untuk menjamin transparansi dan citra positif Pekon di mata khalayak luas.
Modal jejaring luas, ditambah pemahaman mendalam tentang isu-isu publik, menempatkan Hadi Harianto sebagai sosok yang dianggap lebih cocok untuk memimpin Pekon Sinar Jawa di era modern ini. Kepemimpinan Pekon kini membutuhkan figur yang tidak hanya berkutat pada administrasi internal, tetapi juga mampu menarik investasi dan membangun kemitraan yang melampaui batas desa. Hadi Harianto disinyalir membawa paket pengalaman eksternal yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut.
Seruan Harmoni dan Harapan Kesejahteraan
Teguh Santoso, Ketua Panitia, melayangkan seruan yang dipenuhi harapan kepada segenap warga Pekon Sinar Jawa.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Sinar Jawa untuk berperan aktif dalam mengawasi seluruh tahapan dan turut menyukseskan Pilkakon PAW ini,” tegas Teguh.
Imbauan ini berpusat pada pemeliharaan harmoni sosial: “Selalu menjaga suasana tetap kondusif, aman, agar proses pelaksanaan musyawarah pada 29 Desember nanti berjalan tertib dan demokratis.”
Harapan besar menggantung dari proses demokrasi kecil ini. Cita-cita luhur adalah agar Pilkakon PAW ini kelak melahirkan pemimpin yang amanah dan visioner, yang mampu membawa Pekon Sinar Jawa melangkah lebih maju dan mengantarkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warganya.
Setelah penutupan yang khidmat ini, panitia akan melanjutkan proses seleksi berkas dari 12 hingga 22 Desember 2025. Nama-nama calon yang memenuhi syarat akan diumumkan pada 23 Desember, diikuti penetapan peserta musyawarah pada 24 Desember 2025. Puncak dari hajat politik tingkat pekon ini, yaitu pemilihan dan penetapan hasil, dijadwalkan akan dilaksanakan pada 29 Desember 2025.
Pewarta : Hanafi































