Pontianak,zonapos.co.id, – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) dengan mengangkat tema “Memperkuat Peran SMSI dalam Menjaga Kedaulatan Informasi dan Merawat Sejarah Bangsa”. Kegiatan ini juga menghadirkan subtema khusus mengenai “Peran Strategis RM Margono Djojohadikoesoemo dalam Sejarah Ekonomi Nasional dan Urgensi Pengakuan sebagai Pahlawan Nasional”.
Acara yang berlangsung di Pontianak tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, lembaga negara, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers. Gubernur Kalimantan Barat hadir melalui perwakilannya, Alexander. Selain itu, turut hadir unsur Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Polda Kalbar melalui perwakilan, Dinas Kominfo Kalbar, jajaran Forkompimda, GMNI, mahasiswa, IWO Indonesia Kalimantan Barat, serta tamu undangan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Dalam sambutannya, perwakilan Gubernur Kalbar menegaskan pentingnya peran SMSI dalam menjaga ruang digital tetap sehat, berimbang, dan bebas dari disinformasi. Ia menekankan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan informasi, terutama di tengah derasnya arus kabar bohong dan propaganda yang dapat memecah belah bangsa.
Musprov ini juga menggarisbawahi peran penting RM Margono Djojohadikoesoemo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), yang kontribusinya dinilai sangat besar dalam membangun fondasi perekonomian nasional pasca-kemerdekaan. Para peserta musyawarah mendorong agar pemerintah pusat segera mempertimbangkan pengakuan RM Margono sebagai Pahlawan Nasional, mengingat rekam jejak dan dedikasinya bagi bangsa.
Para tamu undangan berharap SMSI Kalbar terus memperkuat kapasitas media siber di daerah, meningkatkan profesionalisme jurnalis, serta menjadi garda terdepan dalam merawat nilai-nilai sejarah bangsa.
Dengan semangat kolaborasi, Musprov SMSI Kalbar diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis demi memperkuat ekosistem pers digital dan memperkuat ketahanan informasi di Kalimantan Barat maupun secara nasional.
Pewarta : Yohanes Aya
Editor : Rinto Andreas































