TANGGAMUS, Zonapos.co.Id— Kasus Pembobolan Rumah Kosong Di Pekon Pardawaras Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Milik Mendiang Alm., Ali Bana Yang Dilaporkan Pada Rabu, 26 November 2025, Akhirnya Menemukan Titik Terang Dengan Ditemukannya Diduga Salah Satu Barang Curian, Yaitu Kulkas Merek Sharp. Namun, Proses Penemuan Dan Pengamanan Barang Ini Justru Memunculkan Tanda Tanya Besar Mengenai Kinerja Dan Transparansi Aparatur Pekon Pardawaras Dalam Menangani Kasus Kejahatan.
Sehari Setelah Laporan Pembobolan Yang Turut Menghilangkan Kulkas, Mesin Sedot Air Dan Perabotan Dapur, Anggota Polsek Semaka, Pada Kamis 27 November 2025, Berhasil Mengamankan Satu Unit Kulkas Diduga Hasil Kejahatan, Dari Rumah Aparatur Pekon Pardawaras. Ironisnya, Barang Bukti Tersebut Diamankan Dari Rumah Salah Seorang Aparatur Pekon Berinisial Hendri, Setelah Sebelumnya Berada Di Sana Selama Kurang Lebih Lima Hari Sejak Di Laporkan Oleh Warga Yang Menemukan Yang Kemudian Diamankan Oleh Aparatur Pekon.
Aparatur Pekon Menjelaskan, Barang Tersebut Diselamatkan Dari Rumah Kosong Lain Yang Sudah Lama Tidak Di Tempati, Milik Almarhum Mat Jahdi Atas Laporan Warga.
“Saya Ditelepon Oleh Kepala Pekon Memberitahukan Ada Warga Yang Melaporkan Menemukan Kulkas Di Rumah Kosong Milik Almarhum Mat Jahdi. Saya Langsung Menuju Lokasi, Kemudian Dibantu Warga Untuk Mengamankan Barang Tersebut Ke Rumah Saya,” Jelas Hendri, Salah Satu Aparatur Pekon Pardawaras, Pada Minggu 30 November 2025
Kejanggalan Minimnya Laporan Kepolisian
meskipun Mengetahui Barang Yang Diamankan Diduga Kuat Merupakan Hasil Tindak Kriminal (Pembobolan Rumah), Hendri Mengakui Bahwa Tidak Ada Upaya Penyampaian Atau Pemberitahuan Kepada Masyarakat Secara Umum, Apalagi Ada Tembusan Resmi Kepada Pihak Kepolisian, Khususnya Polsek Semaka. Kulkas Itu Hanya Diamankan Di Rumah Hendri Selama Lima Hari.
Kejanggalan Ini Diperparah Oleh Fakta Bahwa Rumah Ali Bana Yang Dibobol Hanya Berjarak Satu Rumah Dari Kediaman Hendri, Aparatur Pekon Yang Mengamankan Barang Bukti. Lokasi Ini Bahkan Masih Berada Dalam Satu Lingkungan Dengan Rumah Kepala Pekon.
Hendri Berdalih, Pemberitahuan Hanya Disampaikan Terbatas Kepada Warga Di Lokasi Penemuan.
“Waktu Saya Mengambil Kulkas Dari Lokasi Ditemukannya Barang Tersebut Oleh Warga, Saya Menyampaikan Kepada Warga Yang Berada Di Lokasi, Kalau Ada Warga Yang Merasa Kehilangan Kulkas, Ada Di Rumah,” Lanjutnya.
Ketika Ditanya Mengenai Alasan Tidak Ada Pemberitahuan Kepada Masyarakat Umum Khusunya Warga Di Lingkungan Pardawaras, Hendri Memaparkan Bahwa Ia Khawatir Ada Pihak Yang Mengaku-ngaku Barang Miliknya. Sementara Terkait Tembusan Kepada Polsek, Hendri Menyebutkan Tidak Ada Pemberitahuan Dan Petunjuk Dari Kepala Pekon.
Keterlambatan Pelaporan Ini Secara Tidak Langsung Memperlama Proses Penyelidikan Dan Penegakan Hukum Kasus Pembobolan. Kinerja Aparatur Desa Dalam Memproses Barang Bukti Curian Perlu Dievaluasi, Mengingat Pentingnya Koordinasi Cepat Dengan Aparat Berwajib Untuk Menjaga Keamanan Lingkungan.
Hingga Berita Ini Diturunkan, Polres Tanggamus Masih Melakukan Pengembangan Terkait Kasus Pembobolan rumah kosong Tersebut.
Rumah Kosong Di Pardawaras di Bobol Maling
Sebelumnya, Di Wartakan Oleh Media Ini (Red*). Sebuah Rumah Kosong Yang Menyimpan Sejarah Dan Kenangan Di Pekon Pardawaras, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Kini Diselimuti Duka Mendalam. Rumah Milik Mendiang Alibana, Alm., Yang Tak Lagi Berpenghuni Setelah Anak-anaknya Merantau, Menjadi Sasaran Pembobolan. Kesedihan Anak-anaknya Pecah Bukan Karena Kerugian Materi, Melainkan Karena Barang-barang Yang Hilang Adalah Peninggalan Berharga Dari Orang Tua Yang Mereka Cintai. Rabu (26/11/2025)
Kesunyian Yang Mengundang Petaka
Peristiwa Memilukan Ini Terkuak Pada Selasa Sore, 25 November 2025, Ketika Mursalin, Tetangga Dekat, Baru Kembali Dari Kebun. Ia Tertegun Melihat Gembok Di Pintu Rumah Alibana Telah Raib Tanpa Jejak. Rumah Itu Memang Sunyi; Ia Ditinggalkan Kosong Setelah Alibana Meninggal Dan Anak-anaknya Memutuskan Untuk Tidak Menetap Di Pekon Tersebut. Namun, Kesunyian Itu, Alih-alih Menjaga, Justru Menjadi Undangan Bagi Tangan-tangan Tak Bertanggung Jawab.
Mursalin Segera Menyuruh Anaknya Menghubungi Kerabat Pemilik. Kabar Duka Ini Dengan Cepat Menyambar Anak-anak Alibana. Adik Dari Pemilik Rumah Tiba Di Lokasi Pada Rabu Pagi, 26 November 2025, Untuk Memastikan. Betapa Pilu Hati Saat Melihat Rumah Yang Menjadi Saksi Bisu Masa Kecil Kini Terbuka Paksa, Dengan Kehampaan Yang Terasa Semakin Menyesakkan.
Bukan Sekadar Barang, Tapi Kenangan
setelah Pengecekan, Didapati Beberapa Barang Berharga Telah Lenyap, Mencakup:
• kulkas
• mesin Air Sanyo
• beberapa Set Piring Baru Yang Tersimpan Rapi Dalam Kotak Kardus.
air Mata Tumpah Saat Anak-anak Mengetahui Barang-barang Itu Hilang. Mereka Mengungkapkan Bahwa Setiap Benda Di Rumah Itu Adalah Memori; Kulkas Dan Mesin Air Mungkin Barang Biasa, Tetapi Bagi Mereka, Itu Adalah Jejak Sentuhan Dan Kerja Keras Almarhum Ayah Mereka. Piring-piring Baru Yang Belum Sempat Digunakan Itu Adalah Simbol Harapan Yang Kini Telah Dicuri Bersama Kesunyian Rumah.
”Kami Sedih Sekali, Ini Bukan Soal Harga Barangnya,” Ujar Salah Satu Kerabat Menahan Tangis. “Tapi Itu Peninggalan Bapak. Itu Adalah Kenangan Terakhir Yang Kami Jaga Di Sini.”
Pewarta : Hanafi































