TANGGAMUS, Zonapos.co.id–
Kondisi Pasar Wonosobo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, kini berada di titik yang memprihatinkan dan mengancam kesehatan publik. Tumpukan sampah yang dibiarkan menggunung selama setidaknya tiga hari di area pembuangan pasar telah memicu bau menyengat dan secara masif mengganggu aktivitas jual beli.
Dari pantauan langsung di lokasi pada Senin (27/10/2025), terlihat jelas berbagai jenis limbah, mulai dari sisa sayuran, kemasan plastik, kardus, hingga sampah rumah tangga, telah bercampur baur dan menumpuk tinggi tanpa penanganan. Tingginya tumpukan memaksa salah seorang pedagang membuang sisa dagangannya tepat di atas gunung sampah yang sudah ada, sebuah potret nyata dari buruknya sistem pengelolaan.
“Sudah tiga hari tidak diangkut. Bau sekali, pembeli sampai malas lewat sini,” keluh Anto, salah satu pedagang ikan di pasar tersebut.
Anto menuturkan bahwa para pedagang sudah berulang kali menyampaikan aduan kepada petugas kebersihan, namun hingga berita ini ditulis, belum ada tindakan nyata yang diambil.
Menurut Anto, kondisi darurat sampah ini bukan kali pertama terjadi, mengindikasikan adanya inkonsistensi dalam jadwal pengangkutan.
“Jika sedang ramai pasar, sampah bisa lebih parah. Apalagi sampah rumah tangga setiap hari ikut dibuang di sini. Kami pedagang yang terkena dampaknya, padahal kami wajib membayar retribusi setiap hari,” ujarnya dengan nada putus asa, menyoroti adanya kontradiksi antara kewajiban (membayar retribusi) dan hak (mendapatkan kebersihan).
Pedagang lain juga mendesak agar Pemerintah Daerah segera turun tangan memperbaiki sistem pengelolaan sampah di pasar.
“Harusnya ada jadwal rutin yang pasti. Jangan menunggu sampai menumpuk begini. Selain bau, kami takut ini jadi sarang lalat dan bibit penyakit bagi pembeli dan kami sendiri,” tambahnya.
Tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja ini merupakan cerminan kegagalan pengelolaan kebersihan di fasilitas publik vital. Jika tidak segera ditangani secara serius, Pasar Wonosobo bukan hanya menjadi sumber ketidaknyamanan, tetapi juga menjadi ancaman kesehatan serius bagi warga sekitar.
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Pasar atau Dinas terkait di Kabupaten Tanggamus mengenai alasan terhentinya pengangkutan sampah dan langkah penyelesaian masalah ini belum membuahkan hasil.
Pewarta : Hanafi































