Sekadau,zonapos.co.id- Kalbar – Pemandangan antrean panjang kendaraan masih menjadi keluhan umum di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kalimantan Barat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah SPBU 64.795.05 yang berlokasi di Desa Lubuk Tajau, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Pada Senin pagi (7/7/2025), keluhan datang dari warga dan sopir yang antre untuk mendapatkan bahan bakar. Mereka menilai pengelolaan antrean di SPBU tersebut tidak adil, karena diduga lebih memprioritaskan kendaraan tengkulak atau pengecer yang membeli dalam jumlah besar.
“Saya sudah antre berjam-jam di sini, tapi tetap susah untuk dapat giliran isi. Sementara itu, mobil pickup yang bawa puluhan jeriken di atasnya malah langsung dilayani dengan cepat. Ini parah,” ujar seorang sopir dengan nada kesal kepada media ini.
Keluhan seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Warga mendesak pihak terkait, khususnya pengelola SPBU dan pemerintah daerah, untuk menindak tegas praktik-praktik yang dianggap tidak adil dan merugikan masyarakat umum.

hal seperti ini sering menjadi sorotan karena berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya kalangan sopir yang sangat bergantung pada harga BBM subsidi.
Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum didesak melakukan pengawasan lebih ketat terhadap penyaluran BBM subsidi di Kalimantan Barat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
Masyarakat berharap agar penyaluran bahan bakar dapat dilakukan secara merata dan transparan, serta tidak memihak hanya kepada pihak tertentu demi keuntungan pribadi.
Pewarta : RA































