BONDOWOSO, Zonapos.co.id – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-2 tahun akademik 2023/2024 di Ballroom Hotel Ijen View. Kamis (26/12/2024) pagi.
Acara ini menandai keberhasilan mahasiswa menyelesaikan perjalanan akademik mereka dan resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.P.d.), pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Perhelatan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh berbagai pihak baik internal maupun eksternal. Adapun pihak eksternal yang hadir antara lain: Koordinator Kopertasi Wilayah IV Surabaya, Prof. Akhmad Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D.; PJ. Bupati Bondowoso yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso, Ibu Anisatul Hamidah, M.Si.; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Ibu Haeriyah Yuliati, S.Sos. M.M.; Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bondowoso, yang diwakili oleh H. Astono, M.Pd.; Ra’is Syuriah PCNU Bondowoso, KH. Junaidi Mu’thi; Ketua MUI Bondowoso, KH. Asy’ari Fasha, dan beberapa pimpinan perguruan tinggi lain yang ada di kabupaten Bondowoso.
Ketua STIT Togo Ambarsari, Dr. Hj. Siti Masyarafatul Manna Wassalwa, M.Pd., atau yang akrab disapa Ning Ufa, menekankan bahwa wisuda bukanlah sebuah momen akhir, namun awal untuk memulai sebuah perjalanan baru.
“Perjalanan masih panjang, kematangan intelektual butuh diasah dengan pengalaman baru. Lanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan kembali untuk membangun STIT Togo Ambarsari menjadi lebih berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat luas,” ujar Ning Ufa dalam sambutannya.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Prof. Zaky mengungkapkan bahwa pelaut yang hebat tidak lahir dari sungai kecil, tetapi dari lautan yang penuh dengan badai.
“Reward realizes with effort, hasil akan selalu selaras dengan usaha. Maka dari itu, untuk menjemput masa depan yang pasti, cara yang mudah bisa dilakukan adalah dengan meniru orang-orang yang telah sukses,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, perguruan tinggi yang berbasis pada pesantren memiliki potensi untuk maju dan berkembang sekaligus menawarkan solusi dari problem moralitas pada pendidikan tinggi.
“Perguruan tinggi di pesantren memiliki social system yang mampu mengkondisikan mahasiswa untuk membangun intelektualitas dan moralitas secara integral. Bahkan lebih jauh dari pada itu, spiritulitas juga bisa dibangun, karena setiap pesantren memiliki sosok teladan yaitu, kiai yang berperan melampaui sekat-sekat struktural serta relasi sosialnya dikonstuksi dengan basis kultur epistemic society yang sudah kuat.” tambahnya

Sementara itu, Anisatul Hamidah menjelaskan, para wisudawan memiliki potensi besar untuk menjadi motor perubahan Indonesia Emas pada tahun 2045, saat negara Indonesia merayakan satu abad kemerdekaan.
“Proyeksi ini bukan atas dasar ramalan yang serampangan, ini adalah perkiraan by-data karena pada tahun 2045, Indonesia akan memiliki masyarakat yang didominasi oleh orang-orang berusia produktif dan para wisudawan dikalkulasi masuk dalam kumpulan tersebut. Kalian adalah bagian dari generasi produktif yang akan mengisi sektor-sektor penting, termasuk menjawab tantangan Bondowoso seperti pengentasan kemiskinan dan pengurangan stunting,” jelasnya
Sebagai bentuk apresiasi, STIT Togo Ambarsari memberikan beasiswa untuk melanjutkan studi magister kepada wisudawan terbaik. Langkah ini mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung pendidikan berkelanjutan sekaligus mencetak pemimpin masa depan yang unggul.
Acara diakhiri dengan doa khidmat yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Lora Dr. H. Miftahus Surur, M.H.I., mengiringi harapan untuk kesuksesan para wisudawan di masa mendatang. Wisuda ini bukan sekadar perayaan, melainkan tonggak awal perjalanan generasi intelektual muda menuju kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Pewarta: Ali Wafi



































