SITUBONDO, Zonapos.co.id – Sejumlah warga mengeluhkan sistem dan tarif parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besuki, Kabupaten Situbondo, yang dinilai memberatkan dan membingungkan.
Sistem parkir elektronik yang diterapkan di rumah sakit milik pemerintah tersebut dinilai tidak berjalan maksimal dan cenderung merugikan pengunjung.
Keluhan disampaikan langsung oleh Suliyanto, salah satu keluarga pasien, yang mengaku kecewa terhadap pelayanan parkir di RSUD Besuki. Ia menilai sistem parkir yang ada seperti “menarget” pengguna kendaraan tanpa kepastian sistem yang jelas.
“Masuk pertama kita tekan tombol di portal, tapi tidak ada kertas tiket yang keluar. Saat hendak keluar, petugas parkir justru meminta tiket dan STNK. Kalau tidak bisa menunjukkan, kita harus bayar Rp5 ribu. Biasanya kan hanya Rp2 ribu. Ini aneh dan tidak wajar,” ungkap Suliyanto. Rabu , (21/05/2025) malam.
Lebih lanjut, Suliyanto mempertanyakan apakah sistem tersebut sudah sesuai dengan aturan resmi atau bahkan ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda).
“Ini kan bukan rumah sakit swasta. RSUD adalah fasilitas milik pemerintah yang seharusnya tidak membebani masyarakat, apalagi dengan sistem yang tidak transparan. Kami berharap ada evaluasi segera dari pihak terkait,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Besuki belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut.
Pewarta: Armada






































