JEMBER, Zonapos.co.id — Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Jember sukses menggelar Wisuda ke-IV Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana di Gedung Serbaguna Jember. Sabtu, (22/02/2025). Yang menarik, dalam kegiatan wisuda kali ini, sebanyak 12 mahasiswa difabel turut diwisuda, menandai komitmen Unipar sebagai kampus yang ramah disabilitas.
Ahmad Fadli, Biro Humas Unipar Jember, mengungkapkan bahwa Unipar merupakan salah satu universitas swasta di Indonesia yang paling banyak menampung mahasiswa difabel.
“Unipar adalah kampus yang ramah terhadap disabilitas. Banyak mahasiswa kami, terutama difabel, berasal dari Aceh hingga Papua. Kami berkomitmen untuk menjadi kampus inklusif, meskipun ada perguruan tinggi lain yang menolak teman-teman disabilitas,” terang Fadli.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unipar Jember, Basuki Adi Proyogo, STP., M.Si., menjelaskan tema wisuda tahun ini, yakni GU, GREEN.
“Jika pada tahun-tahun sebelumnya kami menggunakan air kemasan, kali ini kami beralih menggunakan tumbler. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah dan mendukung gerakan ramah lingkungan,” jelas Basuki.
Wisuda kali ini diikuti oleh 636 wisudawan dari program S1 hingga S2. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Bupati Jember, yakni dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, serta Ketua PGRI Kabupaten Jember.
Basuki juga mengungkapkan prestasi membanggakan dari para wisudawan. “Tahun ini, salah satu wisudawan program D3 meraih IPK tertinggi dengan nilai 3,87. Untuk program S1 dan S2, juga terdapat wisudawan dengan perolehan IPK yang membanggakan,” ujarnya.
Saat ini, Unipar Jember memiliki tiga fakultas dan satu program pascasarjana dengan total 14 program studi. “Insyaallah, tahun ini kami akan menambah lima program studi baru, yakni Pendidikan Teknologi dan Guru (PTG), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Bisnis Digital, Pendidikan Tata Rias, dan Manajemen Mutu (MM),” tambah Basuki.
Basuki berharap para alumni dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unipar Jember.
“Wisuda ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan pembelajaran sepanjang hayat. Ilmu dan pengalaman yang didapat di Unipar hanyalah sebagian kecil; selebihnya, tergantung pada diri kita masing-masing untuk terus belajar dan berkembang,” tutupnya.
Pewarta: Nurul































