TANJABBAR, Zonapos.co.id – Satu hari pasca kejadian lubernya limbah penampungan milik PT. Fortius Wajo Perkebunan (PT.FWP) yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit yang terletak di Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.
Limbah yang tumpah dan mencemari Sungai Tantang kini kondisi sungai tersebut telah kembali normal dan dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh masyarakat baik untuk mencuci dan mandi, Jumat, (21/06/2024).
Sebelumnya diberitakan bahwa akibat dari luberan limbah tersebut, air Sungai Tantang menjadi hitam dan tidak layak digunakan oleh masyarakat.
Jimmy, selaku Humas perusahaan tersebut, menjelaskan bahwa yang meluber tersebut bukanlah limbah berbahaya bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Yang meluber itu adalah kolam 12, alias kolam pemancingan milik perusahaan Fortius, dan penyebab melubernya adalah curah hujan yang tinggi.
“Itu kolam 12, bukan limbah berbahaya. Biasanya digunakan untuk pemancingan yang meluber dan segera kami lakukan penimbunan,” ucapnya.
Untuk tindak lanjut mengenai penjelasan atas kejadian ini kepada masyarakat yang mungkin terdampak dari lubernya kolam pemancingan ini, besok hari Senin akan diadakan pertemuan di kantor camat Batang Asam.
“Agar lebih jelas, besok Senin silahkan datang ke kantor kecamatan. Di situ akan hadir pihak dari perusahaan yang akan memberikan penjelasan kepada masyarakat, pemerintah kecamatan, dan pemerintah daerah serta instansi terkait,” tambahnya.
“Yang jelas hingga saat ini kami pihak perusahaan belum menerima laporan mengenai adanya ikan yang mati maupun tanaman yang rusak akibat dari kejadian kemarin itu,” pungkasnya.
Demikian keterangan dari pihak Humas PT.FWP kepada jurnalis saat ditemui di ruangan security.
Pewarta: Prabowo



































