BONDOWOSO, Zonapos.co.id – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso kembali menyelenggarakan Sidang Tugas Akhir Tahun Akademik 2024/2025, sebagai puncak evaluasi capaian akademik mahasiswa. Sidang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB terbagi menjadi tiga tempat di Ruang Sidang STIT Togo Ambarsari. Sabtu, (09/08/2025)
Kegiatan ini menjadi tahap akhir proses perkuliahan yang memvalidasi hasil penelitian mahasiswa, baik dalam bentuk skripsi, buku ber-ISBN, maupun jurnal ilmiah terindeks Sinta 3, sebagai persyaratan memperoleh gelar sarjana.
Sidang Tugas Akhir ini diikuti oleh 25 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kegiatan ini memfasilitasi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitiannya secara sistematis, mulai dari perumusan masalah, metodologi, analisis data, hingga implikasi temuan penelitian.

Tim penguji mengedepankan penilaian holistik, mencakup substansi penelitian, metodologi, argumentasi ilmiah, serta keterampilan komunikasi akademik. Hal ini bertujuan memastikan mahasiswa tidak hanya menguasai materi penelitian, tetapi juga mampu mempertahankan gagasan dan kesimpulannya secara logis di hadapan tim penguji dan akademisi.
Wakil Ketua I, Misbahul Munir, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta sidang. Dari 25 mahasiswa yang diuji, 12 menyusun skripsi, 11 menghasilkan artikel jurnal ilmiah terindeks Sinta 3, dan 2 menulis buku ber-ISBN.
“Alhamdulillah, pelaksanaan sidang tugas akhir berjalan lancar. Variasi bentuk tugas akhir ini menjadi indikator bahwa kualitas penelitian di STIT Togo Ambarsari Bondowoso terus berkembang, sejalan dengan peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi,” ujarnya.

Salah satu penguji, Dr. KH. Miftahus Surur, M.H., menegaskan bahwa sidang tugas akhir bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan uji kematangan berpikir dan integritas akademik mahasiswa.
“Tugas akhir ini sebagai bentuk representasi dari seluruh proses pembelajaran yang telah dilalui oleh mahasiswa. Kami menguji sejauh mana mahasiswa mampu mengaplikasikan teori dalam praktik dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pendidikan Islam, karena kita berada di bawah Naungan Pondok Pesantren Manbaul Ulum,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Dr. Zainul Arifin, M.Pd., Waket III, menekankan pentingnya etika akademik dan kejujuran ilmiah.
“Lulus tepat waktu adalah bonus dari kerja keras dan disiplin tinggi. Namun, yang utama adalah memastikan karya ilmiah bebas dari plagiarisme dan disusun sesuai kaidah ilmiah yang berlaku,” tuturnya.

Sementara itu Waket II, Asia Anis Sulalah, M.Pd., berharap karya-karya ilmiah tersebut dapat memberikan manfaat konkret bagi kampus, masyarakat, dan lembaga mitra.
“Penelitian yang baik tidak berhenti di atas kertas, tetapi mampu memberikan dampak positif. Kami mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif dan solutif,” tutupnya.
Pewarta: Suparjo Adi Suwarno











