BONDOWOSO, Zonapos.co.id – Setelah sekitar delapan tahun berkiprah dalam dunia pendidikan tinggi sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), STIT Togo Ambarsari resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Togo Ambarsari (INAISTA) Bondowoso.
Transformasi kelembagaan ini diresmikan dalam momentum kegiatan Seminar Nasional dan Launching Institut Agama Islam Togo Ambarsari (INAISTA) Bondowoso. Sabtu (13/12/2025)
Peresmian tersebut dilakukan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Arskal Salim, M.Ag., yang hadir untuk menyampaikan dan menetapkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia tentang perubahan status kelembagaan STIT Togo Ambarsari menjadi institut.

Turut mendampingi dalam acara tersebut Koordinator Kopertais Wilayah IV Jawa Timur sekaligus Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Akhmad Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. Hadir pula dari unsur Yayasan Manbaul Ulum, Dr. KH. Miftahus Surur, M.H., dan Lora H. Atho’urrahman, M.H., serta jajaran pimpinan dan seluruh civitas akademika, termasuk Dr. Hj. Siti Masyarafatul Manna Wassalwa, M.Pd.
Dalam sambutannya, Prof. Arskal Salim menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari mandat resmi Kementerian Agama dalam menyampaikan Keputusan Menteri Agama sekaligus meluncurkan Institut Agama Islam Togo Ambarsari Bondowoso.
“Transformasi ini merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari pemeriksaan dokumen, asesmen lapangan, hingga evaluasi kualifikasi dosen. Dengan perubahan status menjadi institut, kami optimistis perguruan tinggi ini dapat berkembang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi kelembagaan ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan awal dari tuntutan kerja akademik yang lebih serius dan berkualitas.
“Perubahan dari sekolah tinggi menjadi institut mengandaikan tiga hal utama, yakni perluasan mandat akademik, peningkatan tata kelola kelembagaan, dan penguatan reputasi institusi,” tambahnya.
Seiring dengan perubahan status tersebut, Institut Agama Islam Togo Ambarsari Bondowoso kini mengakomodasi tiga fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, dan Fakultas Dakwah, sebagai wujud perluasan mandat akademik dan pengembangan rumpun keilmuan.

Prosesi launching ditandai dengan pemukulan gong sebanyak sembilan kali, yang melambangkan visi keilmuan sosial profetik sebagai dasar transformasi institusi. Pemukulan dilakukan secara bergantian oleh Prof. Arskal Salim, Prof. Akhmad Muzakki, Gus Surur, dan ditutup oleh Dr. Hj. Siti Masyarafatul Manna Wassalwa, M.Pd. atau akrab disapa Ning Ufa, yang secara resmi ditetapkan sebagai Rektor Institut Agama Islam Togo Ambarsari Bondowoso pada pukulan terakhir.

Sementara itu, Dr. KH. Miftahus Surur, M.H. dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi kelembagaan ini merupakan momentum bersejarah dan anugerah yang patut disyukuri.
“Rasa syukur ini harus diwujudkan dalam sikap intelektual civitas akademika yang lebih intens dan berkualitas, baik dalam pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam penulisan dan publikasi karya ilmiah,” tegasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. Moh. Dahlan, M.Ag., sebagai penanda harapan dan komitmen bersama dalam mengawal langkah baru Institut Agama Islam Togo Ambarsari Bondowoso ke depan.
Pewarta: Ahmad Ghazi











