JEMBER, Zonapos.co.id – Memperingati Hari Anak Nasional, Forum Anak Desa (FAD) Lembengan sukses menggelar Festival Karya Anak Muda yang berlangsung meriah. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP se-wilayah Desa Lembengan, Kecamatan Ledok Ombo, Kabupaten Jember. Rabu (02/07/2025).
Kepala Desa Lembengan, Sofyandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini menjadi wadah untuk menggali dan menampilkan potensi generasi muda desa.
“Hari ini kita adakan festival karya anak muda untuk menggali potensi mereka. Kegiatan ini juga diharapkan bisa berkolaborasi dengan PAUD dan TK, sehingga keterampilan yang selama ini dikembangkan bisa dihadirkan dan dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sofyandi menekankan pentingnya peran generasi muda dalam proses pembangunan desa.
“Pemuda memiliki peran penting dalam pembangunan desa. Mereka menjadi agen perubahan sosial yang membawa potensi untuk kemajuan desa,” tambahnya.

Sementara itu, Nurhadi, Project Tout dari Tanoker Ledok Ombo, menjelaskan kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye Pawar Tout yang fokus pada tiga isu utama yakni pencegahan perkawinan anak, kehamilan remaja, dan kekerasan seksual.
“Kami ingin membangun kesadaran di kalangan anak muda untuk menunda pernikahan hingga usia minimal 19 tahun sesuai ketentuan pemerintah. Dengan begitu, mereka punya peluang lebih besar untuk mengenyam pendidikan dan mempersiapkan masa depan secara matang,” jelas Nurhadi.
Menurutnya, pencegahan pernikahan dini memberi ruang bagi anak muda untuk berkembang secara fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Ia pun optimistis generasi muda memiliki potensi besar dalam mewujudkan visi Indonesia Emas di masa depan.
Nurhadi juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Lembengan yang secara konsisten selama tiga tahun terakhir memberikan pendanaan untuk Forum Anak Desa.
“Potensi Desa Lembengan luar biasa, mulai dari kesenian, budaya, pendidikan, hingga ekonomi. Bila semua ini dikembangkan dan disuport oleh desa, maka akan lahir generasi tangguh yang siap membangun desa dengan ide dan energi baru,” pungkasnya.
Kegiatan Festival Karya Anak Muda ini tidak hanya menjadi panggung bagi kreativitas anak-anak, tetapi juga ruang strategis untuk membangun kesadaran sosial, memperkuat pendidikan karakter, dan menyiapkan pemimpin masa depan dari desa.
Pewarta: Nurul






























