Bengkayang,zonapos.co.id- Kalbar – Kondisi proyek bronjong penahan tebing di sekitar Jembatan Air Sambas, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, kini memprihatinkan. Bronjong yang dibangun untuk menahan arus sungai dan mencegah erosi itu tampak mengalami penurunan dan kemiringan yang cukup signifikan.
Seperti yang kita ketahui bahwa bronjong yang miring dan terancam ambruk dapat menyebabkan longsor dan membahayakan bangunan di sekitarnya,seperti di pemukiman warga, karena fungsinya yang gagal menahan aliran sungai dan erosi.
Hal ini biasanya terjadi akibat tekanan air sungai yang deras atau konstruksi yang kurang kuat, sehingga diperlukan penanganan darurat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut seperti pemasangan bronjong baru, penahan longsor, atau normalisasi aliran sungai.
Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan bronjong penahan tebing tersebut akan terus bergeser hingga akhirnya ambruk ke dasar sungai. Hal ini tentu akan membahayakan keberadaan jembatan serta mengancam keselamatan warga yang melintas.
Sementara hasil dari pantauan awak media ini dilapangan, Juma’at 22/08/2025, membenarkan situasi dan kondisi bronjong penahan jembatan sungai Ledo saat ini tentunya dalam kondisinya mengkhawatirkan karena dalam posisi miring, harus segera ditangani dan tidak dibiarkan berlarut-larut.
Agus, salah seorang warga Kecamatan Ledo yang ditemui awak media, mengaku kondisi kemiringan bronjong itu sudah lama terjadi namun belum ada upaya perbaikan yang terlihat.
“Kemiringan bronjong ini sudah lama, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Kalau dibiarkan terus, bisa-bisa jembatan ikut terancam,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan perbaikan sebelum kondisinya semakin parah dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Pewarta : Yhs.A/RA87






























