Pati, Zonapos.co.id – Goa Pancur, salah satu daya tarik wisata unggulan di Pati selatan, telah mengalami perkembangan yang signifikan.
Dengan pesona alam yang memikat, destinasi ini semakin diminati oleh wisatawan.
Berkat perencanaan detail bangunan sipil atau Detail Engineering Design (DED) yang sudah tersedia, pengembangan Goa Pancur telah mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata untuk dikembangkan lebih lanjut.
Begitu memasuki mulut Goa Pancur, pengunjung disambut oleh keindahan alam yang memukau.
Stalaktit dan stalagmit menghiasi gua dengan tetesan air yang memberikan kesan alami.
Di dalam goa, terdapat mata air yang terus mengalir sepanjang musim, tak pernah kering.
Struktur batu kapur yang membentuk stalaktit dan stalagmit memberikan pesona tersendiri, membuat gua ini semakin memikat para pecinta alam.
Salah satu daya tarik utama di dalam goa adalah stalagmit yang menyerupai Petak Sawah, favorit para wisatawan.
Selain itu, ada juga stalaktit yang dikenal dengan nama Batu Tirai atau Batu Sayap.
Pada kedalaman sekitar 127 meter dari mulut goa, pengunjung akan menemukan grojogan pertama yang menambah keindahan alam di dalam goa.
Secara mitos, masyarakat sekitar percaya bahwa Goa Pancur terhubung dengan pantai selatan.
Namun, mitos ini terbantahkan dengan fakta bahwa kedalaman goa hanya mencapai sekitar 8,27 kilometer, sehingga tidak memungkinkan untuk terhubung dengan pantai selatan di Yogyakarta.
Lokasi Goa Pancur berada di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Pati, sekitar 19 kilometer dari pusat kota Pati menuju arah Kayen.
Untuk mencapai lokasi, setelah sampai di depan SMA N 1 Kayen, pengunjung perlu berbelok ke kiri dan melanjutkan perjalanan sekitar 3,3 kilometer lagi.
Jalan menuju lokasi sudah diaspal dengan baik, sehingga akses ke Goa Pancur relatif mudah dengan total jarak sekitar 23,2 kilometer dari Pati.
Tiket masuk Goa Pancur cukup terjangkau, yakni Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 6.000 untuk mobil, membuatnya menjadi destinasi wisata yang ramah bagi semua kalangan.
Goa Pancur tak hanya menjadi tempat wisata alam yang indah, tetapi juga berperan dalam upaya pelestarian Pegunungan Kendeng.
Wisata ini menjadi salah satu upaya menjaga kelestarian lingkungan di wilayah tersebut, sehingga keindahan alam Kendeng tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Reporter: M. Efendi































