Bengkayang,zonapos.co.id,– Perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2026 di Kabupaten Bengkayang menjadi momentum untuk memperkuat semangat toleransi, persatuan, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Pada peringatan Hari Raya Waisak yang jatuh pada Minggu (31/5/2026), Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE., MM., bersama Sekretaris Paguyuban Dewan Adat Sunda Kabupaten Bengkayang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Buddha yang merayakan.
Ucapan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada umat Buddha, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama dan antarsuku di Kabupaten Bengkayang yang dikenal sebagai Bumi Sebalo.
Dalam pesannya, Bupati Sebastianus Darwis mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat persaudaraan, serta merawat keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Selamat Hari Raya Waisak, Hari Minggu, Tanggal 31 Mei 2026. Semoga momentum suci ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan ketenteraman bagi kita semua. Mari kita tetap bergandengan tangan, menjaga toleransi, dan merawat keberagaman di Indonesia, terkhusus di Kabupaten Bengkayang tercinta,” ujar Sebastianus Darwis.
Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan agama yang ada di Bengkayang merupakan anugerah yang harus dijaga bersama. Dengan semangat saling menghormati dan menghargai perbedaan, masyarakat dapat terus hidup berdampingan secara harmonis.
Kehadiran Sekretaris Paguyuban Dewan Adat Sunda Kabupaten Bengkayang dalam penyampaian ucapan Waisak tersebut juga menjadi simbol kuatnya hubungan antar komunitas di daerah itu. Masyarakat Sunda yang hidup berdampingan dengan masyarakat Dayak, Melayu, Tionghoa, dan berbagai suku lainnya terus berkomitmen menjaga persatuan dan kedamaian.
Perayaan Waisak 2026 menjadi pengingat bahwa kerukunan yang terjalin selama ini merupakan hasil dari kerja sama seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah yang senantiasa mengedepankan sikap saling menghormati.
Melalui momentum Waisak, masyarakat Bengkayang diharapkan semakin memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan, sehingga keberagaman yang dimiliki dapat terus menjadi sumber kekuatan dalam membangun daerah yang aman, damai, dan sejahtera.
Sumber : IJANG SUPYADI
Pewarta : Yohanes Aya






























