Bengkayang, zonapos.co.id – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Bengkayang semakin meriah dengan keikutsertaan Paguyuban Pasundan S4 (Simpay Seuweu Siwi Siliwangi). Kehadiran paguyuban ini memberikan nuansa berbeda karena menampilkan tradisi adat budaya Sunda serta memperkenalkan hasil pertanian yang ada selama mereka bermukim di Kabupaten Bengkayang.
Paguyuban Pasundan S4 menjadi salah satu simbol keberagaman dan kebhinekaan di Bumi Sebalo. Dengan partisipasi tersebut, masyarakat luas dapat melihat bagaimana kerukunan antar-suku di Bengkayang terjaga dengan baik, sekaligus menunjukkan bahwa Kalimantan—khususnya Kabupaten Bengkayang—merupakan daerah yang toleran dan harmonis.
Sekretaris II Paguyuban Pasundan S4, Ijang Supriyadi, menyampaikan rasa bangganya dapat turut serta dalam memeriahkan karnaval tahun ini.
“Bagi kami, ini adalah suatu kehormatan bisa ikut serta memeriahkan karnaval di Kabupaten Bengkayang. Kehadiran kami adalah bentuk penghormatan terhadap pemerintah daerah sekaligus perwujudan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ijang berharap keberadaan Paguyuban Pasundan dapat semakin memperkuat rasa persaudaraan, menciptakan keharmonisan, menjaga toleransi, serta memperkokoh keutuhan NKRI.
“Terima kasih juga kami sampaikan kepada pihak yang telah mendukung, seperti Rumah Makan, Tatra, Harindo, Tailor, dan Cempaka, sehingga kami bisa tampil maksimal dalam acara karnaval ini,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Bengkayang Sebastian Darwis, S.E., M.M., melalui sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh paguyuban, sekolah, dan masyarakat yang ikut serta dalam karnaval HUT RI ke-80.
“Karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ajang memperlihatkan kekayaan budaya dan persatuan yang ada di Kabupaten Bengkayang. Kehadiran Paguyuban Pasundan maupun paguyuban lainnya menunjukkan bahwa kita mampu menjaga kebersamaan di tengah keberagaman,” ungkapnya.
Kehadiran Paguyuban Pasundan dalam karnaval ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dalam keberagaman adalah modal utama untuk terus menjaga persatuan di tengah masyarakat multikultural Kabupaten Bengkayang.
Pewarta : Yohanes Aya






























