SINGKAWANG, Zonapos.co.id – Belum lama selesai dikerjakan, Proyek Rekonstruksi Pemeliharaan Jalan Sebakuan, yang berlokasi di Kelurahan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, kini menunjukkan tanda-tanda kerusakan di beberapa titik. Meski kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah, hal ini menimbulkan keprihatinan masyarakat.
Pantauan awak media pada Kamis, (18/09/2024), mengonfirmasi adanya sejumlah kerusakan pada beberapa titik proyek jalan tersebut. Salah satu titik kerusakan berada di simpang Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat, dengan beberapa area lain juga menunjukkan tanda-tanda aspal yang rusak.
Hendra, seorang warga setempat, menyatakan keheranannya terkait kondisi proyek yang baru saja selesai dikerjakan, tetapi sudah mengalami kerusakan.
“Proyek ini menghabiskan anggaran miliaran rupiah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Singkawang. Tapi anehnya, sudah ada beberapa titik yang rusak, termasuk di simpang Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Jika dibiarkan, kerusakan ini bisa semakin meluas,” ujar Hendra.
Menurut informasi yang terpampang pada papan proyek, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV. Karya Borneo Raya, dengan sub-kegiatan rekonstruksi pemeliharaan jalan. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp. 2.522.768.063,73 dan dibiayai melalui dana (DBA 2023) Kota Singkawang. Waktu pelaksanaan proyek adalah 120 hari kalender dengan konsultan pengawas PT. Zenith Karya Kontruksi. Namun, papan proyek tersebut tidak mencantumkan volume pekerjaan, menimbulkan dugaan adanya penyimpangan anggaran.
Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Republik Indonesia (LPK-RI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Marville Rondonuwu, turut angkat bicara. Dalam wawancara melalui pesan WhatsApp, Marville menyesalkan kondisi proyek yang sudah rusak padahal baru selesai dibangun. Menurutnya, kualitas pengerjaan tidak sesuai spesifikasi yang diharapkan.
“Saya berharap Kejaksaan Negeri Kota Singkawang, Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat Kota Singkawang, serta Dinas terkait, khususnya DPUTR Kota Singkawang, segera melakukan pengecekan di lapangan. Proyek miliaran rupiah ini harus diaudit agar hasilnya sesuai dengan perencanaan dan anggaran yang telah dikeluarkan,” tegas Marville.
Marville juga meminta agar kontraktor segera melakukan perbaikan, karena diduga pengerjaan proyek pemeliharaan jalan tersebut tidak sesuai dengan perencanaan yang seharusnya.
“Proyek jalan yang menggunakan uang rakyat seharusnya dikerjakan dengan kualitas terbaik, bukan asal-asalan seperti ini. Negara dirugikan dengan kondisi seperti ini,” pungkasnya.
Pewarta : Rinto Andreas/Darius






























