Zonapos.co.id – Bagikan dan sebarkan naskah Khutbah Jumat ini sebagai bentuk saling menginspirasi dalam kebaikan. Semoga pesan ini dapat memberi manfaat yang luas dan penuh berkah. Aamiin.
Khutbah 1
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيقِهِ الْقَوِيمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِينِهِ الْمُسْتَقِيمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلَى جَنَّاتِ النَّعِيمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظُرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيم. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيمُ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُولِي الْفَضْلِ الْجَسِيمِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ
Puji syukur alhamdulillahi rabbil alamin, atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita semua. Dia yang menjadikan Muharram sebagai bulan penuh berkah dan kemuliaan, sehingga menjadi pintu rahmat bagi hamba-hamba-Nya. Maka hanya kepada-Nya kita memohon taufik dan hidayah, agar kita semua bisa senantiasa istiqamah berada di jalan yang diridai oleh-Nya.
Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw, allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbih, sang penunjuk jalan di tengah gelapnya zaman dan pembawa ajaran yang menghidupkan hati serta membimbing jiwa menuju Tuhan. Semoga kita semua berada di dalam golongan yang mendapatkan syafaat darinya kelak di hari kiamat. Amin ya rabbal alamin.
Selanjutnya, sudah menjadi kewajiban bagi kami , untuk senantiasa mengajak dan mengingatkan kepada diri sendiri dan semua jamaah shalat Jumat untuk terus berusaha dan berupaya meningkatkan iman dan takwa kepada SWT.
Salah satu caranya dengan memaksimalkan waktu yang Allah berikan kepada kita dengan memperbanyak ibadah. Sebab hanya takwa yang akan menjadi satu-satunya bekal akhirat. Allah berfirman di dalam Al-Qur’an.
وتزودوا فإن خير الزاد التقوى واتقون يااولى الألباب.
Artinya: “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan takutlah kepadaku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah: 197)
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ.
Maka dari itu, sangat tepat bagi kita semua untuk mengais keutamaan ibadah di sisa-sisa hari bulan Muharram ini. Karena jika bulan ini telah dimuliakan oleh Allah, dan disandarkan langsung kepada-Nya, maka setiap amal ibadah yang dilakukan di dalamnya juga akan bernilai lebih mulia dan lebih agung di sisi Allah Swt. Inilah kesempatan emas yang tidak seharusnya kita abaikan begitu saja.
Saat ini kita berada di sepuluh terakhir, salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam, yaitu bulan Muharram. Sebagaimana kita tahu bersama, pada bulan mulia ini, kita dianjurkan untuk benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin, dan mengisinya dengan berbagai macam ketaatan yang diridai oleh-Nya, seperti ibadah, bersedekah, melakukan kebaikan, tidak mengganggu orang lain dan semacamnya.
Selain itu, bulan ini menjadi bagian dari empat bulan haram dalam. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimna) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram (mulia), itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah engkau menzalimi dirimu dalam empat bulan itu.” (QS. At Taubah:36)
Allah SWT menjelaskan kepada kita semua pada ayat di atas bahwa dalam setahun terdiri dari dua belas bulan yang diagungkan (arbaatun hurum), yaitu: 1. Dzulhijjah 2. Dzulqa’dah 3. Muharram dan 4. Bulan Rajab.
Keempat bulan ini disebut bulan hurum karena memiliki kelebihan dan kemuliaan yang tidak dimiliki bulan-bulan lain. Salah satu bentuk dari kemuliaan bulan Muharram yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya adalah karena bulan ini oleh Nabi Muhammad disebut sebagai bulan Allah (syahrullah al-muharram), maka tentu saja sangat mulia di sisi-Nya. Penjelasan ini sebagaimana disampaikan oleh Syekh Abdul Ghani an-Nabilusi, dalam kitab Fadhailusy Syuhur wal Ayyam, halaman 16, mengatakan:
وَقَدْ سَمَّى النَّبِيُّ الْمُحَرَّمَ شَهْرَ اللَّهِ”، وَإِضَافَتُهُ إِلَى اللَّهِ تَدُلُّ عَلَى شَرَفِهِ وَفَضْلِهِ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيفُ إِلَى نَفْسِهِ إِلَّا خَوَّاصَ مَخْلُوقَاتِهِ
Artinya: “Sungguh Nabi Saw telah menyebut bulan ini syahrullah, Penyandaran bulan ini kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keutamaannya, karena Allah tidak menyandarkan sesuatu kepada-Nya kecuali makhluk-makhluk-Nya yang khusus.”
معاشر المسلمين رحمكم الله
Maka dari itu, sangat tepat bagi kita semua untuk mengais keutamaan ibadah di sisa-sisa hari bulan Muharram ini. Karena jika bulan ini telah dimuliakan oleh Allah, dan disandarkan langsung kepada-Nya, maka setiap amal ibadah yang dilakukan di dalamnya juga akan bernilai lebih mulia dan lebih agung di sisi Allah swt. Inilah kesempatan emas yang tidak seharusnya kita abaikan begitu saja.
Mari kita isi hari-hari yang tersisa ini dengan berbagai amal kebajikan. Memperbanyak shalat sunnah, membaca al-Qur’an, memperbanyak istighfar, membantu sesama, menjaga lisan, dan menahan diri dari segala bentuk kemaksiatan, membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, membayar utang orang yang terlilit pinjaman, serta ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bagi yang mampu, mari ringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah, atau yang masih terjerat dampak ekonomi. Dan bagi yang diberi kelebihan ilmu dan waktu, mari kita juga sebarkan kebaikan dengan mengajar, memberi nasihat, dan memperkuat ukuwwah di tengah lingkungan kita.
Selain itu, kemuliaan bulan ini juga dapat kita lihat perihal bagaimana Allah menjadikan Muharram sebagai awal atau pembuka dari bulan-bulan lainnya dalam kalender Hijriyah. Bahkan menurut Imam Hasan Bashri bulan Muharram merupakan paling utamanya bulan setelah bulan Ramadhan.
Pendapat tersebut sebagaimana dikutip oleh Imam Ibnu Rajab al-Baghdadi dalam kitab Lathaiful Ma’arif, jilid I, halaman 36, yaitu:
عَنِ الْحَسَنِ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ افْتَتَحَ السَّنَةَ بِشَهْرٍ حَرَامٍ، وَخَتَمَهَا بِشَهْرٍ حَرَامٍ، فَلَيْسَ شَهْرُ فِي السَّنَةِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الْمُحَرَّمِ
Artinya: Dari Hasan Bashori RA ia berkata ,sesungguhnya Allah memulai tahun dengan bulan haram,dan menutupnya juga dengan bulan haram, maka tidak ada bulan dalam setahun setelah bulan Ramadhan yang lebih agung di sisi Allah dari pada bulan Muharram.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Oleh sebab itu, sebelum khatib menutup khutbah ini, mari kita bersama-sama mengais keutamaan ibadah di bulan Muharram ini. Jangan sampai hari-hari terakhirnya berlalu tanpa bekas amal saleh dalam catatan kita. Jadikan sisa bulan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, membantu tetangga yang kesulitan, melunasi utang orang yang terjerat pinjaman, atau terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat. Sebab tidak ada yang tahu, apakah kita akan kembali berjumpa dengan bulan ini di tahun yang akan datang, ataukah ini adalah Muharram terakhir dalam hidup kita.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، ولوالديَّ ولوالديكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات. فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُرُ الرَّحِيمُ
Khutbah 2
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا ، أَمَّا بَعْدُ. فَيا أَيُّهَا النَّاسُ، إِتَّقُوا اللهَ فِيمَا أَمَرَ وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللَّهُمَّ أَعِنَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ وَأَذِلَّ الشَّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ وَ دَمِرٌ أَعْدَاءَ الدِّينِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا البَلاءَ وَالوَبَاءَ وَالزَّلازِلَ وَالِمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيُسِيَّا خاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ العَالَمِينَ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍ رَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حسنةً وفي الآخرة حسنةً وقنا عذابَ النار
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Sumber: LDNU Kabupaten Bondowoso






























