SITUBONDO, Zonapos.co.id – Kisah pilu datang dari Mak Halima (63), warga Dusun Lesanan Kidul, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Sejak suaminya meninggal hampir tiga tahun lalu, Mak Halima yang dulu pernah menerima Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah, kini tak lagi mendapatkan bantuan tersebut.
Wanita lanjut usia ini kini bertahan hidup dengan menjual ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pesisir Besuki, meski kesehatannya semakin memburuk.
Dalam keterangannya kepada awak media pada Selasa (20/08/2024), Mak Halima mengungkapkan kesulitannya.
“Engkok tak Olle bantoan apah-apah deri pamarenta, engkok Ngakan nyareh dibik sanaossah engkok reah tak sehat,” ujarnya dalam bahasa Madura, yang artinya, “Saya tidak pernah dapat bantuan sosial dari pemerintah, dan saya makan mencari sendiri walaupun kondisi tidak sehat.” ujarnya
Mak Halima pernah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan menerima bantuan baik berupa tunai maupun non-tunai (sembako) saat suaminya masih hidup. Namun, sejak kepergian suaminya, bantuan tersebut terhenti, dan hingga kini ia tidak lagi menerima bantuan apa pun dari pemerintah.
Saifullah, seorang tokoh pemuda Desa Pesisir Dusun Lesanan Kidul, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini.
“Selain dari Mak Halima, ada juga warga miskin dan lanjut usia lainnya yang tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Apakah mereka sudah didata atau belum, saya sendiri kurang tahu,” ujarnya.
Kasus seperti yang dialami Mak Halima menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas pendataan dan distribusi bansos di wilayah ini. Seharusnya, pemerintah mulai dari tingkat desa, kabupaten, provinsi hingga pusat, memastikan bahwa bantuan sosial tepat sasaran, terutama bagi warga miskin dan lanjut usia yang sangat membutuhkan.
Distribusi bansos yang tidak merata ini menjadi perhatian serius, mengingat bansos adalah salah satu jaring pengaman sosial yang seharusnya memberikan dukungan bagi warga yang paling rentan. Kesalahan dalam pendataan atau distribusi dapat berdampak besar pada kehidupan warga yang kurang mampu seperti Mak Halima, yang kini harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Pewarta: Armada





























