BONDOWOSO, Zonapos.co.id – Dukungan bergabungnya Ra Hamid dengan Kriesna makin luas. Setelah sebelumnya aktivis mahasiswa dan aktivis masyarakat, dukungan juga lahir dari kalangan pondok pesantren. Adalah KH. Zainul Fauzan yang tidak lain pengasuh Ponpes Raiyatul Husnan, Wringin-Bondowoso terang terangan berharap Ra Hamid -Kriesna menjadi satu pasangan calon bupati dan calon wakil bupati.
Mantan ketua Tanaszaha (Ikatan Alumni dan Santri Pesantren Zainul Hasan Genggong) ini menyebut kolaborasi kalangan pesantren dan kaum nasionalis menjadi modal besar dalam membangun Bondowoso.
Sebagai kabupaten yang kental kaum nahdliyinnya, keberadaan pemimpin berlatar belakang pesantren menjadi sebuah keniscayaan.
Begitu pula dengan kalangan nasionalis dan pemilih pemula yang makin dominan memberi harapan besar kelahiran pemimpin dari kalangannya. Berdasarkan data KPU RI, pemilih generasi muda di Indonesia mencapai angka 55%, didominasi oleh generasi Z dan millenial (htpp:kpu.go.id).
Pria yang akrab dipanggil Ra Fauzan juga menilai pasangan Ra Hamid-Kriesna juga perpaduan antara tokoh senior dan tokoh muda.
“Ra Hamid-Kriesna itu pasangan komplit. Perpaduan religius-nasionalis, tokoh senior-muda, sama-sama berpengalaman di pemerintahan dan setau saya jaringannya sama-sama luas,” ujarnya. Rabu, (24/07/2024)
Sebagai rektor Unuja, Ra Hamid dikenal mempunyai jaringan internasional. Sementara Kriesna yang mantan aktivis ‘98 juga dikenal mempunyai jaringan ke tokoh-tokoh nasional. Apalagi partai yang dinakhodainya, Golkar memang dikenal kuat di pemerintahan pusat.
Pengaruh pusat kekuasaan tersebut diyakini akan memuluskan kemenangan dalam Pilkada. Dengan lobby pusat itu maka kelancaran pembangunan di Bondowoso makin terjamin.
“Meski muda, Kriesna punya lobby kuat ke Kementerian dan DPR RI. Setau saya beliau sudah banyak menurunkan anggaran selama ini,” tambahnya.
Bahkan jika terjadi, koalisi PKB-Golkar yang menaungi dua tokoh tersebut sudah cukup untuk mengamankan kebijakan-kebijakannya di lembaga legislatif. Dengan 16 kursi PKB dan 7 kursi Golkar sudah 50+1 untuk menguasai parlemen. Bersatunya pasangan ini dianggap magnet kuat yang dapat menarik partai lain untuk bergabung.
“Koalisi PKB-Golkar akan jadi magnet bagi partai lain untuk bergabung. Sayapun yakin Ra Hamid-Kriesna menang satu putaran” papar mantan legislator PKB 4 periode ini.
Sebelumnya nama kedua tokoh ini kerap kali mengisi headline media massa dan medsos. Makin derasnya harapan dari masyarakat agar kedua tokoh ini bersatu memang belum tentu sesuai dengan arus politik sesungguhnya. Tapi harapan publik ini setidaknya patut dipertimbangkan oleh Ra Hamid dan Ady Kriesna.
Sampai berita ini ditayangkan belum ada tanggapan resmi dari Ra Hamid atau Kriesna terkait dukungan ini, masyarakat Bondowoso semakin berharap agar kedua tokoh ini dapat bersatu dalam satu visi dan misi untuk kemajuan daerah Bondowoso.
Pewarta: M. Holil






























