BONDOWOSO, Zonapos.co.id – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Klabang resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan SMP Negeri 1 Klabang terkait pembinaan karakter remaja, Selasa (20/1/2026). Kerja sama ini bertujuan membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlakul karimah sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara KUA dan dunia pendidikan, khususnya dalam memberikan pendampingan moral dan keagamaan kepada peserta didik.
Kepala KUA Klabang, Ahmad Amin, S.EI, menyampaikan bahwa remaja saat ini merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan, sehingga pembinaan karakter harus dimulai sejak dini.
“MoU ini adalah ikhtiar bersama untuk menanamkan nilai-nilai agama dan moral kepada generasi muda. Remaja hari ini adalah pemimpin esok hari, maka mereka harus dibekali karakter yang kuat,” ujar Ahmad Amin usai penandatanganan kerja sama.
Ia berharap program pembinaan yang tertuang dalam MoU dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan maksimal agar memberikan dampak positif yang nyata bagi para siswa.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Klabang, Miliana Lidyawati, S.Pd, mengapresiasi terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran KUA melalui para penyuluh agama sangat membantu sekolah dalam membentuk karakter siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KUA Klabang. Kerja sama ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam mendukung pembinaan akhlak dan kepribadian peserta didik,” ungkap Miliana.
Penyuluh Agama Islam KUA Klabang, Nura Widya Iswari, S.HI, menjelaskan bahwa MoU ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas penyuluh agama Islam dalam menebar manfaat kepada umat, khususnya generasi muda.
“Kami siap dan antusias memberikan bimbingan serta penyuluhan kepada para siswa SMPN 1 Klabang. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi pembentukan karakter remaja,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Ketua PD IPARI Kabupaten Bondowoso, Imam Huzaeni, S.Ag, menegaskan bahwa pembinaan remaja merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi penyuluh agama Islam. Ia mendorong seluruh penyuluh agama Islam se-Kabupaten Bondowoso untuk terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Penyuluh agama harus hadir di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan. Mari kita perkuat sinergi agar keberadaan penyuluh agama Islam semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya
Pewarta: Nura Widya Iswari











