• DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
Jumat, 8 Mei 2026
  • Login
  • Register
Zonapos
  • Advertorial
    • Banyuwangi
    • Batu Bara
    • Tanjabbarat
    • Bondowoso
    • Cukai
    • DPR
    • Kota Malang
    • Pesisir Barat
    • Bengkayang
    • Kab. Malang
    • Pringsewu
    • Bengkayang
    • Tanggamus
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosbud
  • Hukum
    • Kriminal
  • TNI-POLRI
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Advertorial
    • Banyuwangi
    • Batu Bara
    • Tanjabbarat
    • Bondowoso
    • Cukai
    • DPR
    • Kota Malang
    • Pesisir Barat
    • Bengkayang
    • Kab. Malang
    • Pringsewu
    • Bengkayang
    • Tanggamus
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosbud
  • Hukum
    • Kriminal
  • TNI-POLRI
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Zonapos
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Kontribusi Jongkie Tio dalam Melestarikan Sejarah Kota Semarang

Zonsof by Zonsof
23 Juli 2024
in Pemerintahan
0
411
VIEWS

Semarang, Zonapos.co.id – Jongkie Tio, yang akrab disapa Daddy Budiarto, merupakan sosok yang erat kaitannya dengan sejarah Kota Semarang, Jawa Tengah.

Bagi siapa pun yang ingin menyelami lebih dalam budaya kota tersebut, terutama terkait Tionghoa peranakan, Jongkie Tio adalah narasumber yang tepat.

Meski menolak disebut sejarawan, Jongkie lebih suka disebut sebagai pendongeng yang menceritakan kehidupan dan budaya Tionghoa peranakan yang berkembang bersama warga kota di pesisir pantura Jawa.

Untuk mendengar kisah tentang Tionghoa peranakan dan melihat langsung buktinya, datanglah ke Restoran Semarang International Family & Garden milik Jongkie di Jalan Gajah Mada, Kota Semarang.

Restoran tersebut menawarkan tiga menu utama, yaitu lunpia, wedang ronde, dan lontong cap go meh.

Jongkie selalu menjelaskan kepada tamunya bahwa tiga menu tersebut adalah hasil akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa yang terjadi dalam kurun waktu yang panjang.

Lontong cap go meh, misalnya, merupakan adaptasi dari ketupat opor ayam yang biasa disantap warga Muslim Jawa pada bodo kupat (perayaan lebaran ketupat sepekan setelah Idul Fitri).

Menurut Jongkie, etnis Tionghoa peranakan kemudian mengadaptasi hidangan tersebut menjadi lontong cap go meh yang disantap saat perayaan Imlek.

Hidangan ini bisa dianggap sebagai versi muda dari ketupat opor ayam.

Dua menu lainnya juga muncul dari proses akulturasi budaya.

Jejak akulturasi budaya yang panjang itu tetap terjaga di Semarang hingga kini, terlihat dalam berbagai aspek seperti makanan, gaya rumah, tradisi dugderan, gambang Semarang, seni pahat warag, dan banyak lagi.

Jongkie menjelaskan bahwa proses akulturasi ini terjadi karena berbagai etnis di Semarang hidup berdampingan.

Pada sekitar tahun 1743, lanjut Jongkie, etnis Tionghoa peranakan dikarantina oleh penguasa kolonial Belanda menyusul pemberontakan di Batavia.

Mereka ditempatkan di kampung Pecinan yang dekat dengan Kota Lama dan kampung Kauman di Semarang.

Sebagian dari mereka kemudian menyebar dan hidup berdampingan dengan etnis lain.

Kehidupan bersama dan berdampingan membuat setiap etnis mengembangkan sikap toleransi, saling memahami, dan saling berbagi.

Contohnya, ketika warga Muslim di Jawa merayakan bodo kupat, mereka mengirimkan opor ayam sambel goreng ati kepada tetangga etnis Tionghoa.

Dari situ, etnis Tionghoa terinspirasi mengadaptasi opor ayam menjadi lontong cap go meh.

Selama bertahun-tahun, Jongkie menggali sejarah dan budaya peranakan di Kota Semarang.

Ia melihat banyak hal di kota itu yang memperlihatkan unsur budaya Tionghoa yang kental.

Tidak mengherankan, mengingat etnis ini sudah lama bermukim di kota tersebut.

Sejumlah literatur menyebutkan, mereka sudah ada di sana sejak tahun 400-600 Masehi.

Etnis Tionghoa sejak dahulu suka bermukim di Semarang karena kota itu merupakan bandar terbesar di Jawa setelah divisi dagang Belanda memindahkan pelabuhan dari Tuban ke Semarang.

Kota ini dianggap memiliki peruntungan baik sebagai tempat tinggal dan berdagang karena bentuknya yang menyerupai mulut naga. Di bagian atas (selatan), kota ini dikelilingi pegunungan.

Sementara bagian bawah (utara) berbentuk melebar layaknya mulut naga.

“Kalau ingin melihat betapa kota ini memiliki peruntungan karena dikelilingi gunung, silakan naik perahu, lalu ke tengah laut di perairan Semarang.

Jika cuaca cerah, Anda bisa melihat kota ini dikelilingi tujuh gunung, mulai dari Gunung Ungaran, Telomoyo, Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, hingga Gunung Muria,” ujar Jongkie saat ditemui pada pertengahan September lalu.

Jongkie sudah tertarik pada sejarah sejak kecil karena ayahnya memiliki toko barang antik dan toko buku. Saat remaja, ia gemar memotret.

Ketika kuliah di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro tahun 1965, ia menyadari pentingnya foto sebagai sarana dokumentasi.

Dengan kamera, Jongkie kemudian mengabadikan seluk-beluk masa lalu Kota Semarang, seperti bangunan tua, benda-benda kuno, atau obyek-obyek khas lainnya.

Secara khusus, ia juga belajar sejarah dari berbagai sumber, termasuk pergi ke Belanda untuk meneliti dokumen di beberapa universitas di sana.

Sebagaimana ayahnya, ia juga mengembangkan bisnis barang antik.

Namun, pada tahun 2000, toko itu tutup dan ia beralih membantu mengelola restoran milik istrinya.

Dalam peralihan tersebut, Jongkie tetap mendalami sejarah dan budaya peranakan Semarang. Pengetahuan itu tidak ia simpan untuk diri sendiri.

Ia “mendongengkan”-nya kepada siapa saja yang tertarik, termasuk mahasiswa, peneliti, wartawan, atau turis.

Bersama sahabatnya, Amen Budiman, Jongkie menerbitkan buku “Kota Semarang dalam Kenangan” pada tahun 2002.

Ia kemudian menulis buku kedua dengan judul yang sama yang memuat 287 foto tua.

Dokumen tersebut mengisahkan kawasan Pecinan, hikayat Kota Semarang, sudut-sudut Semarang lama, dan bangunan-bangunan kuno di Kota Lama yang dijuluki “Netherland Kecil”.

Sebagian foto diperoleh dari Belanda, dengan yang tertua berasal dari tahun 1880-an.

Sejumlah kolega Jongkie membawa buku tersebut (dalam versi berbahasa Inggris) ke Belanda untuk mempromosikan Semarang.

Akibatnya, sejumlah tokoh Belanda berinisiatif membuat program Midden Java Reunie pada pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an.

Program ini ditujukan bagi orang-orang Belanda yang pernah bertugas di Semarang.

Selama delapan tahun, kunjungan turis asal Belanda ke Semarang meningkat.

Mereka bernostalgia, bertemu kenalan, menikmati suasana, atau melakukan napak tilas.

Reporter: M. Efendi

Tags: Jawa TengahSemarang
Previous Post

Viral Warga Buang Sampah Di Halaman Kantor Bupati Sintang Dan Kantor DPRD Sintang

Next Post

Abusama, SH. dan H. Misnadi: Maju Terus, Menang Bersama Masyarakat OKU Selatan

Zonsof

Zonsof

Next Post

Abusama, SH. dan H. Misnadi: Maju Terus, Menang Bersama Masyarakat OKU Selatan

E-Katalog Versi 6 (Inaproc)

Warga Prihatin Kondisi Taman Sanggau Ledo yang Semakin Kumuh

8 Mei 2026
356

Audiensi dengan Gubernur DIY, BULOG Laporkan Capaian Pengadaan dan Penguatan Ketahanan Pangan

7 Mei 2026
352

Wakil Gubernur Kalbar dan Bupati Bengkayang Hadiri Gerakan Tanam Jagung di Jagoi Babang

7 Mei 2026
458

Pelayanan RSUD MTh Djaman Sanggau Disorot Warganet, Keluhan BPJS hingga Fasilitas Toilet Ramai Dibahas

6 Mei 2026
471

Perdagangan Hasil Bumi di Perbatasan Jagoi Babang–Serikin Bantu Dongkrak Ekonomi Warga

6 Mei 2026
377

Panitia Pelantikan DPC dan DPAC Mangkok Merah Borneo Bersatu SINGBEBAS Resmi Dibentuk

6 Mei 2026
371

Kategori

Bengkayang

Warga Prihatin Kondisi Taman Sanggau Ledo yang Semakin Kumuh

by Rinto Andreas
8 Mei 2026
0
356

Bengkayang,zonapos.co.id, – Kondisi taman di kawasan Pasar Tugu Perdamaian Sanggau Ledo, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang menuai sorotan warga. Taman...

Read more

Audiensi dengan Gubernur DIY, BULOG Laporkan Capaian Pengadaan dan Penguatan Ketahanan Pangan

7 Mei 2026
352

Wakil Gubernur Kalbar dan Bupati Bengkayang Hadiri Gerakan Tanam Jagung di Jagoi Babang

7 Mei 2026
458

Pelayanan RSUD MTh Djaman Sanggau Disorot Warganet, Keluhan BPJS hingga Fasilitas Toilet Ramai Dibahas

6 Mei 2026
471

Perdagangan Hasil Bumi di Perbatasan Jagoi Babang–Serikin Bantu Dongkrak Ekonomi Warga

6 Mei 2026
377
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Muhammad Edo Korban Penusukan

Taman Raja Berduka Satu Orang Warganya Meninggal Ditempat Setelah Di Serang Orang Tidak Dikenal

1 Mei 2024
Camat Tungkal Ulu, Lurah Pelabuhan Dagang Ikut Dalam Pencarian Korban Tenggelam

Repy Tenggelam Setelah Terjun Dari Jembatan Sungai Pengabuan Pelabuhan Dagang

27 Mei 2024

Satu Lagi Korban Penyalahguna Narkotika Dievakuasi ke RSJ Jambi

20 Januari 2026

Dua Kepala Desa di Bengkayang Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi APBDes, Ditahan 40 Hari di Rutan

31 Juli 2025
Foto: Samsul Muliyo Kepala Desa Poncokusumo

Rp. 111 Juta Lebih, Insentif RT dan RW di Desa Poncokusumo Belum Dibayar, Alasan ADD Tahap Pertama Tidak Mencukupi

2 September 2024

Polres Tanjab Barat Akhirnya Hentikan Perkara Pembunuhan Di Taman Raja

12 Mei 2024

Keluarga Korban Telapor Pinta Pihak Polres Asahan Usut Tuntas PT AKA  Cabang Kisaran

31 Agustus 2024

Kecelakaan Maut Di Desa Tanjung Tayas,  Satu Orang Meninggal Di Tempat

19 Mei 2024

Dua Kepala Desa di Bengkayang Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi APBDes, Ditahan 40 Hari di Rutan

3

“Miris! Postu Desa Sumber Karya Bengkayang Rusak Parah, Warga Tak Punya Akses Kesehatan Layak”

1

Hadirkan H. Suyitno Direktur PTKIS Kemenag RI, STIT Togo Ambarsari Komitmen Tingkatkan SDM Kampus

0

Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag. MA. Ph.D., Lakukan Pembinaan Tata Kelola Kepada Civitas Akademik STIT Togo Ambarsari Bondowoso

0

STIT Togo Ambarsari Bondowoso, Gelar Studium General Bersama Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag, MA,. Ph.D, Rektor UINSA Surabaya

0

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Togo Ambarsari Bondowoso, Gelar Workshop Kurikulum Kampus Merdeka

0

MWC NU KECAMATAN WONOSARI, GELAR KONFERENSI KE-7 DI PONDOK PESANTREN DARUT THALABAH DESA SUMBERKALONG

0

Nahdlatul Ulama dan Sikap Politik Kiai As’ad Syamsul Arifin Sukorejo

0

Warga Prihatin Kondisi Taman Sanggau Ledo yang Semakin Kumuh

8 Mei 2026

Audiensi dengan Gubernur DIY, BULOG Laporkan Capaian Pengadaan dan Penguatan Ketahanan Pangan

7 Mei 2026

Wakil Gubernur Kalbar dan Bupati Bengkayang Hadiri Gerakan Tanam Jagung di Jagoi Babang

7 Mei 2026

Pelayanan RSUD MTh Djaman Sanggau Disorot Warganet, Keluhan BPJS hingga Fasilitas Toilet Ramai Dibahas

6 Mei 2026

Perdagangan Hasil Bumi di Perbatasan Jagoi Babang–Serikin Bantu Dongkrak Ekonomi Warga

6 Mei 2026

Panitia Pelantikan DPC dan DPAC Mangkok Merah Borneo Bersatu SINGBEBAS Resmi Dibentuk

6 Mei 2026

Penantian Panjang Akhirnya Allah Memberikan Keturunan Keluarga Besar H Umam

6 Mei 2026

Gawe Naik Dango ke-3 Monterado 2026 Berlangsung Meriah, Angkat Kearifan Leluhur di Tengah Perubahan Zaman

6 Mei 2026

Warga Prihatin Kondisi Taman Sanggau Ledo yang Semakin Kumuh

Audiensi dengan Gubernur DIY, BULOG Laporkan Capaian Pengadaan dan Penguatan Ketahanan Pangan

Wakil Gubernur Kalbar dan Bupati Bengkayang Hadiri Gerakan Tanam Jagung di Jagoi Babang

Pelayanan RSUD MTh Djaman Sanggau Disorot Warganet, Keluhan BPJS hingga Fasilitas Toilet Ramai Dibahas

Perdagangan Hasil Bumi di Perbatasan Jagoi Babang–Serikin Bantu Dongkrak Ekonomi Warga

Panitia Pelantikan DPC dan DPAC Mangkok Merah Borneo Bersatu SINGBEBAS Resmi Dibentuk

PT. Suara Siber Indonesia

  • DISCLAIMER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI

© 2021 zonapos.co.id

No Result
View All Result
  • Advertorial
    • Banyuwangi
    • Batu Bara
    • Tanjabbarat
    • Bondowoso
    • Cukai
    • DPR
    • Kota Malang
    • Pesisir Barat
    • Bengkayang
    • Kab. Malang
    • Pringsewu
    • Bengkayang
    • Tanggamus
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosbud
  • Hukum
    • Kriminal
  • TNI-POLRI
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Gaya Hidup

© 2021 zonapos.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In